Tim Rehab Rekon LRB PWM DIY Tinjau Kesiapan 300 Bibit Jeruk Bali untuk Pemulihan Ekonomi Warga Aceh

Tim Rehab Rekon LRB PWM DIY Tinjau Kesiapan 300 Bibit Jeruk Bali untuk Pemulihan Ekonomi Warga Aceh

Bireuen, Aceh – Upaya pemulihan pascabencana di Provinsi Aceh tidak hanya difokuskan pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat. Salah satu langkah tersebut diwujudkan melalui pengadaan bibit Boh Giri Matang (jeruk bali) yang akan disalurkan kepada warga terdampak.

Dalam kegiatan monitoring terbaru, Dodi Irawan bersama Tim Rehabilitasi dan Rekonstruksi LRB PWM DIY meninjau perkembangan bibit Boh Giri Matang yang telah dipesan dari penangkar bersertifikat. Hasil pemantauan menunjukkan bahwa saat ini telah tersedia sekitar 300 bibit dengan usia kurang lebih dua bulan dan dalam kondisi tumbuh dengan baik.

Tim Rehab Rekon LRB PWM DIY Tinjau Kesiapan 300 Bibit Jeruk Bali untuk Pemulihan Ekonomi Warga Aceh

Program ini merupakan bagian dari upaya rehabilitasi jangka panjang yang tidak hanya berorientasi pada pemulihan fisik, tetapi juga pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian.

Ke depan, sebanyak sekitar 700 bibit akan didistribusikan kepada para penerima manfaat di Desa Pante Lhong, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, Aceh. Bibit jeruk bali tersebut diharapkan menjadi sumber penghasilan baru bagi masyarakat sekaligus mendukung peningkatan produktivitas pertanian di wilayah tersebut.

Tim Rehab Rekon LRB PWM DIY Tinjau Kesiapan 300 Bibit Jeruk Bali untuk Pemulihan Ekonomi Warga Aceh

Program ini terlaksana melalui kolaborasi berbagai unsur Muhammadiyah dalam aksi kemanusiaan, dengan dukungan LAZISMU DIY melalui pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang diamanahkan oleh para muzaki. Dukungan tersebut menjadi bagian dari komitmen LAZISMU DIY dalam menghadirkan program pemberdayaan yang berkelanjutan bagi masyarakat terdampak bencana.

Melalui bantuan bibit produktif ini, diharapkan masyarakat tidak hanya memperoleh manfaat dalam jangka pendek, tetapi juga memiliki peluang untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui hasil pertanian di masa mendatang.

“Pemulihan pascabencana bukan hanya membangun kembali bangunan yang rusak, tetapi juga menghidupkan kembali sumber-sumber penghidupan masyarakat. Semoga bibit yang disalurkan dapat tumbuh dengan baik dan menjadi ikhtiar bersama dalam membangun kemandirian ekonomi warga Aceh.”

baca berita lainnya Pembangunan Musala Aceh di Pidie Jaya

Berita Terakhir

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top
Sudah Berbuat Baik Hari ini?