LAZISMU DIY Perkuat LAZISMU Pidie Jaya, dari Tata Kelola hingga Strategi Fundraising

LAZISMU DIY Perkuat LAZISMU Pidie Jaya, dari Tata Kelola hingga Strategi Fundraising

PIDIE JAYA, ACEH (17/09) — Upaya membangun LAZISMU yang mampu tumbuh dan bergerak dari daerah terus dilakukan LAZISMU Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Memasuki hari kedua pelatihan dan pendampingan di Pidie Jaya, Aceh, LAZISMU DIY memberikan penguatan mulai dari tata kelola kelembagaan, pengelolaan sumber daya amil, strategi fundraising, perencanaan program, hingga pengelolaan keuangan dan dana ZISKA.

Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (17/9/2026) ini merupakan bagian dari rangkaian program rehabilitasi dan rekonstruksi dampak bencana banjir dan longsor di Aceh. Namun, pendampingan yang dilakukan tidak hanya diarahkan pada pemulihan pascabencana. Lebih jauh, LAZISMU DIY mendorong agar LAZISMU Pidie Jaya memiliki fondasi kelembagaan yang kuat sehingga dapat hadir dan memberikan manfaat secara berkelanjutan di tengah masyarakat.

Pelatihan diikuti oleh perwakilan LAZISMU Wilayah Aceh, LAZISMU Pidie, PDM Pidie Jaya, LAZISMU Pidie Jaya, serta LAZISMU Bireuen.

LAZISMU DIY Perkuat LAZISMU Pidie Jaya, dari Tata Kelola hingga Strategi Fundraising

Materi pertama membahas pemahaman kelembagaan LAZISMU, posisi LAZISMU dalam Persyarikatan Muhammadiyah, serta pentingnya tata kelola lembaga yang profesional. Materi tersebut disampaikan oleh Sekretaris LAZISMU DIY, Eka Yuhendri.

Tidak hanya berbicara mengenai kelembagaan, peserta juga mendapatkan penguatan mengenai pengelolaan sumber daya manusia dan amil. Pembahasan diarahkan pada bagaimana membangun sistem kerja, administrasi, serta pembagian peran yang dapat mendukung keberlangsungan lembaga.

LAZISMU DIY Perkuat LAZISMU Pidie Jaya, dari Tata Kelola hingga Strategi Fundraising

Penguatan kemudian berlanjut pada aspek fundraising. Manager Area LAZISMU DIY, Marzuki, membagikan strategi dalam melakukan segmentasi dan pemetaan muzaki maupun calon donatur, membangun kemitraan, serta menyusun strategi penghimpunan dana yang sesuai dengan potensi daerah.

Menurutnya, kemampuan menghimpun dana perlu berjalan beriringan dengan kemampuan lembaga dalam mengelola dan menyalurkannya. Karena itu, peserta juga mendapatkan materi mengenai perencanaan program, desain pemanfaatan dan pendayagunaan dana, serta penyusunan program yang memberikan dampak dan dapat berkelanjutan.

LAZISMU DIY Perkuat LAZISMU Pidie Jaya, dari Tata Kelola hingga Strategi Fundraising

Sementara itu, penguatan dari sisi keuangan disampaikan oleh Staf Keuangan LAZISMU DIY, Arifah Nur Hidayati. Peserta mendapatkan pemahaman mengenai prinsip administrasi keuangan, pencatatan transaksi, hingga pengelolaan dana ZISKA secara tertib dan akuntabel.

Rangkaian materi tersebut menjadi bagian penting dalam membangun fondasi LAZISMU Pidie Jaya. Sebab, keberadaan lembaga tidak hanya membutuhkan sumber daya dan potensi dana ZIS, tetapi juga sistem yang mampu memastikan dana tersebut dikelola dan dimanfaatkan secara tepat untuk masyarakat.

Penguatan kelembagaan juga berkaitan erat dengan kesiapsiagaan menghadapi bencana. Ketika terjadi bencana di kemudian hari, LAZISMU di tingkat daerah diharapkan tidak hanya menunggu dukungan dari luar, tetapi memiliki pemahaman mengenai langkah respons yang dapat dilakukan, mulai dari asesmen kebutuhan, penggalangan dukungan, penyaluran bantuan, hingga pendampingan masyarakat.

Dengan demikian, LAZISMU tidak hanya hadir ketika bencana terjadi, tetapi dapat menjadi bagian dari ekosistem sosial masyarakat yang terus bergerak dalam pelayanan dan pemberdayaan.

Pelatihan dan pendampingan ini akan dilanjutkan pada Jumat (18/9/2026) dengan penguatan mengenai pelaporan keuangan, pengendalian dan akuntabilitas, serta penyusunan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja (RAPB). Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan penyusunan rencana tindak lanjut bersama LAZISMU Wilayah Aceh, PDM Pidie Jaya, LAZISMU Pidie Jaya, PDM Bireuen, dan LAZISMU Bireuen.

LAZISMU DIY Perkuat LAZISMU Pidie Jaya, dari Tata Kelola hingga Strategi Fundraising

Melalui rangkaian pendampingan tersebut, LAZISMU DIY berharap penguatan yang dilakukan di Pidie Jaya tidak berhenti pada kegiatan pelatihan. Lebih dari itu, proses ini diharapkan menjadi langkah awal untuk menumbuhkan LAZISMU Pidie Jaya sebagai lembaga yang aktif, profesional, mampu mengelola ZIS dengan baik, serta siap mengambil peran dalam menghadapi kebutuhan masyarakat dan bencana di daerahnya.

Berita Terakhir

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top
Sudah Berbuat Baik Hari ini?