YOGYAKARTA — LAZISMU DIY menggelar Program Sekolah Amil Profesional sebagai upaya meningkatkan kapasitas, profesionalisme, dan kompetensi amil Muhammadiyah dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah. Kegiatan perdana tersebut dilaksanakan di SD Muhammadiyah Sokonandi Unit 2 pada Sabtu (9/5) dan diikuti 56 dan 37 diantaranya peserta dari Kantor Layanan LAZISMU se-DIY.
Sebagai organisasi Islam berkemajuan, Muhammadiyah terus berupaya mengembangkan kualitas sumber daya manusia di berbagai bidang, termasuk para amil yang menjadi garda terdepan dalam penghimpunan dan penyaluran dana umat secara tepat sasaran sesuai regulasi dan standar operasional yang berlaku.

Ketua LAZISMU DIY, Jefree Fahana, M.Kom., mengatakan program Sekolah Amil Profesional diharapkan mampu melahirkan amil yang profesional sekaligus tetap menjunjung nilai ketawadhuan dan keikhlasan dalam menjalankan amanah.
“Harapannya para amil bisa semakin profesional dan terus tawadhu serta ikhlas dalam menjalankan amanah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, program tersebut akan berlangsung mulai Mei hingga Juli 2026 dan dilaksanakan setiap hari Sabtu dalam dua sesi pembelajaran. Menurutnya, konsep pelatihan dirancang agar peserta tetap dapat menjalankan aktivitas kerja secara optimal pada hari kerja, sementara kegiatan pada akhir pekan menjadi ruang penguatan kapasitas sekaligus silaturahim antar amil.
“Kita anggap ini sebagai refreshing dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah sekaligus mempererat silaturahim. Semakin banyak berdiskusi, semakin banyak ilmu yang didapat,” katanya.
Jefree juga mengajak seluruh peserta mengikuti proses pembelajaran secara mendalam dan menyenangkan demi mewujudkan lembaga zakat Muhammadiyah yang profesional dan berkemajuan. Menariknya, kepanitiaan kegiatan turut melibatkan para penerima Beasiswa Sang Surya LAZISMU DIY.
Selama pelatihan, peserta akan mendapatkan berbagai materi strategis, mulai dari fiqih kontemporer, penerimaan dan kelayakan mustahik, pengelolaan keuangan, hingga fundraising. Kegiatan juga dilengkapi dengan diskusi, studi kasus, praktik langsung, dan tugas mandiri setelah sesi pembelajaran berlangsung.
Program ini turut terintegrasi dengan uji sertifikasi profesi melalui kerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi Muhammadiyah yang terhubung dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta, Dr. M. Ikhwan Ahada, M.A., dalam Kuliah Umum Sekolah Amil Profesional menegaskan pentingnya profesionalisme, keikhlasan, dan kualitas unggul bagi para amil Muhammadiyah.
Dalam pemaparannya, Ikhwan Ahada menyebut program Sekolah Amil Profesional sebagai inovasi dakwah Muhammadiyah yang relevan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan umat.
“Ini inovasi dakwah yang sangat bagus. Muhammadiyah terus berikhtiar mengembangkan dakwah dengan cara-cara yang berbeda dan berkemajuan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, profesionalisme dalam Muhammadiyah memiliki landasan ideologis yang kuat, salah satunya tercermin dalam Surah An-Naml ayat 88 yang menggambarkan Allah sebagai Dzat Yang Maha Sempurna dalam menciptakan segala sesuatu. Menurutnya, konsep profesionalisme juga ditegaskan dalam hadis Rasulullah ﷺ tentang pentingnya bekerja secara itqan atau optimal dan sungguh-sungguh.
“Allah mencintai seseorang yang ketika bekerja melakukannya dengan itqan, dilakukan secara maksimal dan sempurna,” katanya.
Ikhwan turut mengapresiasi capaian LAZISMU DIY yang selama ini mampu mempertahankan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) melalui audit internal maupun eksternal.
“LAZISMU memiliki sistem yang rapi dari A sampai Z. Bahkan hal-hal kecil dan detail diperhatikan. Itu yang menjadikan lembaga ini unggul,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan para peserta agar tidak minder dan tetap percaya diri dalam membawa serta menyampaikan program-program dakwah Muhammadiyah kepada masyarakat.
“Kita ini orang-orang yang dipercaya membawa gerbong jamaah menuju surga,” ucapnya.
Menutup kuliah umum tersebut, Ikhwan Ahada berpesan kepada seluruh peserta Sekolah Amil Profesional agar senantiasa menjaga niat, fokus pada tanggung jawab, dan terus meningkatkan kualitas diri.
“Ikhlaskan niat, fokus pada pekerjaan, dan bukalah pemikiran. Itulah resep untuk menjadi pribadi unggul,” pungkasnya.

Melalui program Sekolah Amil Profesional, LAZISMU DIY berharap dapat melahirkan amil-amil Muhammadiyah yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki integritas, spiritualitas, dan profesionalisme dalam mengelola amanah umat.


