LAZISMU DIY Kawal Pemulihan Aceh, 39 Relawan Muhammadiyah Diberangkatkan ke Aceh Tengah dan Bener Meriah

LAZISMU DIY Kawal Pemulihan Aceh, 39 Relawan Muhammadiyah Diberangkatkan ke Aceh Tengah dan Bener Meriah

YOGYAKARTA — LAZISMU DIY kawal Pemulihan Aceh, Relawan Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) resmi diberangkatkan untuk kloter kedua menuju wilayah terdampak bencana banjir di Aceh, Jumat (2/1). Pelepasan relawan berlangsung di Aula Gedung Muhammadiyah DIY, Jalan Gedongkuning No. 130 B, Rejowinangun, Kota Yogyakarta.

Acara pelepasan dihadiri Ketua Lembaga Resiliensi Bencana/Muhammadiyah Disaster Management Center (LRB/MDMC) PP Muhammadiyah H. Budi Setiawan, S.T., Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY Dr. Muh. Ikhwan Ahada, S.Ag., M.A., beserta jajaran PWM DIY lainnya, Ketua Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU) PWM DIY dr. Masykur Rahmat, MARS., Ketua LAZISMU Wilayah DIY Jefree Fahana, S.T., M.Kom., Ketua LRB PWM Indrayanto dan serta segenap personel Relawan Muhammadiyah DIY.

Ketua LRB PWM DIY, Indrayanto, menjelaskan bahwa pemberangkatan kloter kedua ini memiliki perbedaan penugasan dibandingkan tim pertama. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan di lapangan, wilayah Gayo Lues dinilai telah memiliki kapasitas lokal yang cukup baik. Oleh karena itu, fokus penugasan dialihkan ke Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah.

“Relawan akan dibagi menjadi dua tim, masing-masing bertugas di Takengon (Aceh Tengah) dan Bener Meriah,” ujar Indrayanto.

LAZISMU DIY Kawal Pemulihan Aceh, 39 Relawan Muhammadiyah Diberangkatkan ke Aceh Tengah dan Bener Meriah

Sebanyak 39 relawan diberangkatkan dalam kloter kedua ini, dengan keahlian di bidang psikososial, kesehatan, logistik, pengolahan data dan informasi, manajemen pos pelayanan, serta penyediaan air bersih. Jumlah tersebut akan diperkuat dengan tambahan beberapa personel dari kloter pertama yang belum kembali ke DIY, sehingga total relawan mencapai 48 orang, termasuk tujuh tenaga medis.

Indrayanto menambahkan, kondisi di dua wilayah tersebut relatif serupa, dengan fokus utama penanganan masih pada sektor kesehatan dan logistik. Sebelumnya, akses menuju lokasi sempat terisolasi dan baru kembali terbuka beberapa pekan terakhir. Selain itu, relawan juga diingatkan untuk mampu beradaptasi dengan karakter sosial budaya setempat yang berbeda.

“Persiapan di lapangan sudah dikondisikan. Relawan tinggal beradaptasi karena karakter suku di dua daerah ini berbeda, sehingga pendekatan sosial menjadi sangat penting,” jelasnya.

LAZISMU DIY Kawal Pemulihan Aceh, 39 Relawan Muhammadiyah Diberangkatkan ke Aceh Tengah dan Bener Meriah

Di Aceh, relawan Muhammadiyah DIY akan bergabung dengan berbagai elemen, termasuk tim medis dari Universitas Muhammadiyah Makassar serta tim psikososial dari Aceh. Koordinasi lintas tim menjadi kunci agar layanan kemanusiaan berjalan efektif dan diterima masyarakat.

Sementara itu, Ketua LRB PP Muhammadiyah Budi Setiawan menyampaikan apresiasi atas kontribusi besar Muhammadiyah DIY dalam penanganan bencana di Sumatra selama satu bulan terakhir. Menurutnya, kekuatan relawan DIY terletak pada kapasitas teknis sekaligus ikatan organisasi yang solid.

“Dalam fikih kebencanaan, pemahaman sosiologi masyarakat sangat penting. Relawan akan menghadapi masyarakat dengan latar lingkungan dan budaya yang berbeda, sehingga pendekatan yang baik menjadi kunci,” ungkapnya.

Ia juga menekankan bahwa sejumlah wilayah di Aceh masih berada dalam status tanggap darurat dengan kondisi yang sangat dinamis. Karena itu, relawan diharapkan tetap bekerja dengan penuh keikhlasan sebagai bagian dari dakwah amar ma’ruf nahi munkar.

“Walaupun bertugas di luar persyarikatan, tetaplah menjalankan amanah ini dengan sepenuh hati,” pesannya.

LAZISMU DIY Kawal Pemulihan Aceh, 39 Relawan Muhammadiyah Diberangkatkan ke Aceh Tengah dan Bener Meriah

Dukungan pendanaan turut disampaikan Ketua LAZISMU Wilayah DIY, Jefree Fahana. Ia menyebutkan, LAZISMU DIY telah menyalurkan dana sebesar Rp1,2 miliar untuk mendukung berbagai program kemanusiaan di Aceh, termasuk asesmen lapangan, layanan psikososial, konseling, dan pemulihan masyarakat terdampak.

“Ini adalah amanah dari para donatur yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Dana ini digunakan untuk mendukung pemulihan masyarakat, khususnya di bidang psikososial,” jelas Jefree.

Ke depan, LAZISMU DIY berharap adanya keberlanjutan program kemanusiaan di sana, terutama pelayanan kesehatan dan sosial kemasyarakatan. Oleh karena itu, ia mendorong relawan untuk melakukan pendataan dan asesmen secara cermat sebagai dasar tindak lanjut program pascabencana.

“Semoga orkestrasi kebencanaan ini dapat terkonsolidasi dengan baik di bawah koordinasi PWM DIY dan LRB/MDMC, serta menjadi penguat kepercayaan publik terhadap gerakan kemanusiaan Muhammadiyah,” pungkasnya.
LAZISMU DIY Kawal Pemulihan Aceh, 39 Relawan Muhammadiyah Diberangkatkan ke Aceh Tengah dan Bener Meriah

Berbagi donasi melalui : s.id/DonasiBencanaSumatra

Kontak:
LAZISMU Daerah Istimewa Yogyakarta
Email: lazismudiy@gmail.com
Website: lazismudiy.or.id / jalankebaikan.id
Telepon: +62 895-3635-20118

Sumber : Mediamu

Berita Terakhir

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top
Sudah Berbuat Baik Hari ini?