Nanggulan, (20/02/26) – LAZISMU DIY resmi menggelar Ramadan Series LAZISMU DIY 1447H yang berlangsung selama lima hari, 20–24 Februari 2026, di Masjid Panti Nanggulan. Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar menghidupkan masjid sebagai pusat ibadah, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat selama bulan suci Ramadan.
Program ini terselenggara melalui kolaborasi LAZISMU DIY, MPM, LKSA, Takmir Masjid, mahasiswa KKN UAD, serta dukungan masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, perwakilan Takmir Masjid menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat kegiatan umat yang berdampak luas.
“Mugi-mugi kegiatan menika saged dados sarana nggayuh ketakwaan dhateng Allah Subhanahu wa Ta’ala,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan harapan agar program ini dapat menjadi penggerak kampung berkemajuan, termasuk dalam penguatan potensi ekonomi masyarakat. Secara tidak langsung, beliau menekankan pentingnya sinergi antara masjid, lembaga zakat, dan warga dalam membangun kemandirian umat.

Sementara itu, dalam sambutan berikutnya, perwakilan setempat menyampaikan apresiasi atas hadirnya program dari LAZISMU DIY yang telah berjalan hampir satu tahun melalui berbagai kegiatan pemberdayaan.
Ia menyampaikan bahwa program kampung berkemajuan diharapkan memiliki ikon unggulan berbasis potensi lokal.
“Program kemajuan ini nantinya akan kembali lagi kepada masyarakat. Dari masyarakat dan untuk masyarakat,” tuturnya.
Secara tidak langsung, ia juga mengajak seluruh warga untuk mendukung penuh pelaksanaan program agar mampu meningkatkan kesejahteraan dan menarik potensi ekonomi lokal, termasuk melalui pelibatan kelompok tani, PKK, dan unsur masyarakat lainnya.
Memasuki acara inti, kajian menjelang berbuka puasa disampaikan oleh perwakilan LAZISMU DIY, Muhammad Saeful Effendi, M.Pd.B.I.,. Dalam tausiyahnya, beliau menekankan bahwa Ramadan adalah momentum pendidikan ruhani untuk membentuk pribadi bertakwa.
“Takwa itu dimulai dari keyakinan penuh kepada Allah. Yakin bahwa rezeki sudah dijamin dan setiap kebaikan akan dibalas berlipat ganda,” jelasnya.
Beliau juga mengingatkan pentingnya membiasakan sedekah sebagai investasi akhirat.
“Infak dan sedekah itu seperti kita memberi ‘pinjaman’ kepada Allah. Dan janji Allah tidak pernah ingkar, balasannya berlipat ganda,” ujarnya.

Secara tidak langsung, ia mengajak jamaah untuk menumbuhkan rasa syukur dalam segala kondisi. Menurutnya, besar kecilnya amal tidak ditentukan nominal, melainkan keikhlasan hati dalam memberi.
Kajian ditutup dengan doa bersama menjelang waktu berbuka, kemudian dilanjutkan buka puasa dan salat Maghrib berjamaah.
Selama lima hari pelaksanaan, kegiatan diisi dengan:
– Kajian Ramadan dan buka puasa bersama
– Pelatihan keterampilan dan penguatan UMKM masyarakat
– Tebar takjil di lingkungan sekitar
– Tabligh akbar
– Santunan anak yatim

Melalui rangkaian ini, LAZISMU DIY berharap masjid semakin berdaya dan menjadi pusat solusi umat, baik secara spiritual maupun sosial.
Ramadan Series 1447H menjadi wujud komitmen LAZISMU DIY dalam memperkuat gerakan zakat, infak, dan sedekah yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Dengan semangat kolaborasi dan keberkahan Ramadan, LAZISMU DIY optimis program ini mampu mempererat ukhuwah Islamiyah serta menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi umat.


