YOGYAKARTA – LAZISMU DIY menggelar kegiatan Public Expose Pelaporan Tahunan 2025 pada Jumat (6/3/26) sebagai bentuk transparansi pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah kepada masyarakat serta para mitra. Kegiatan ini menghadirkan laporan kinerja lembaga, kisah dampak mustahik, serta refleksi zakat dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY yang berlangsung di Den Nany Resto, Jl. Taman Siswa, Mergangsan, Yogyakarta.
Kegiatan ini dihadiri berbagai pemangku kepentingan, mulai dari perwakilan LAZISMU Pusat, perwakilan BAZNAS, POROZ (Perkumpulan Organisasi Pengelola Zakat), jajaran Muhammadiyah, Sekretaris Daerah DIY, mitra kolaborasi, hingga para muzaki yang selama ini mendukung program-program LAZISMU.

Wakil Ketua LAZISMU DIY Bidang Fundraising dan Kerja Sama, Purnomo, S.T., M.M, memaparkan laporan tahunan lembaga selama tahun 2025. Ia menyebutkan bahwa tahun tersebut menjadi potret paradoks bagi Daerah Istimewa Yogyakarta.
“Di satu sisi kualitas pembangunan manusia menunjukkan fondasi yang kuat, namun masih ada kelompok masyarakat yang hidup dalam kerentanan,” ujarnya.
Data menunjukkan 83,92 persen penduduk usia 7–23 tahun masih bersekolah dan 89,07 persen penduduk telah memiliki jaminan kesehatan BPJS, tetapi masih terdapat 5,99 persen penduduk yang belum pernah bersekolah serta 8,98 persen masyarakat yang belum memiliki jaminan kesehatan.
Menurut Purnomo, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya peran zakat, infak, dan sedekah sebagai instrumen penguat ketahanan sosial dan jembatan menuju kesejahteraan masyarakat yang lebih merata.
Dalam laporan tersebut dijelaskan bahwa penghimpunan dana ZIS LAZISMU se-DIY sepanjang tahun 2025 mencapai Rp64,2 miliar. Dana tersebut berasal dari berbagai sumber seperti zakat maal, zakat fitri, infak terikat maupun tidak terikat, qurban, serta dukungan CSR.
Dari dana yang terhimpun tersebut, LAZISMU DIY menyalurkan Rp45,2 miliar kepada 75.961 penerima manfaat, baik individu maupun lembaga. Penyaluran tersebut dilakukan melalui berbagai program sosial dan pemberdayaan masyarakat.
Jika dilihat dari sektor penyaluran, pilar Sosial Dakwah menjadi yang terbesar dengan nilai sekitar Rp7,3 miliar, disusul pilar Pendidikan sebesar Rp6,04 miliar, Kemanusiaan Rp4,1 miliar, serta Kesehatan sekitar Rp1,9 miliar. Sementara itu, pilar Ekonomi menerima sekitar Rp861 juta dan pilar Lingkungan Rp93 juta untuk berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat.
Baca juga Transparansi Dana ZIS 2025, LAZISMU DIY Gelar Public Expose dan Paparkan Pengelolaan Rp64,2 Miliar.
Selain itu, LAZISMU DIY juga terus memperkuat inovasi program filantropi modern melalui berbagai program unggulan seperti Kampung Berkemajuan, Beasiswa Sang Surya, Peduli Guru, dan Qurban Ketahanan Pangan yang dirancang untuk mendorong kemandirian masyarakat secara berkelanjutan. Program Kampung Berkemajuan sendiri merupakan model pemberdayaan berbasis kawasan yang mencakup sektor pendidikan, kesehatan, sosial, dan ekonomi masyarakat.
Dalam aspek tata kelola, LAZISMU DIY juga menunjukkan komitmen pada transparansi dan akuntabilitas. Lembaga ini tercatat memperoleh opini audit Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) secara berturut-turut sejak tahun 2018 hingga 2024.
Rangkaian kegiatan Public Expose kemudian dilanjutkan dengan penyampaian kisah dampak dari mustahik penerima manfaat program LAZISMU, yang menggambarkan perubahan nyata dalam kehidupan masyarakat melalui program pemberdayaan.

Menjelang waktu berbuka, Wakil Ketua PWM DIY yang membidangi Lazis serta MPI, Prof. Dr. H. Ariswan, M.Si, DEA, menyampaikan tausyiah refleksi zakat yang menekankan pentingnya zakat sebagai instrumen solidaritas sosial dan pembangunan kesejahteraan umat.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan simbolis santunan anak yatim dari Danamon Syariah, buka puasa bersama, salat Magrib berjamaah, serta ramah tamah dan foto bersama sebagai penutup rangkaian Public Expose.
Melalui kegiatan ini, LAZISMU DIY berharap kepercayaan publik terhadap pengelolaan zakat semakin meningkat serta memperkuat kolaborasi dalam menghadirkan program filantropi yang berdampak dan berkelanjutan bagi masyarakat.


