Yogyakarta – Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (LAZISMU) Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan acara penutupan audit keuangan tahun buku 2024 pada Rabu (16/7), bertempat di Aula Masjid Islamic Center Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari komitmen LAZISMU dalam menjaga akuntabilitas dan transparansi pengelolaan dana umat.
Acara dihadiri oleh sebanyak 115 peserta audit yang terdiri dari Badan Pimpinan Wilayah, Badan Pimpinan Daerah, Auditor KAP Jojo Sunarjo & Rekan, dan Badan Eksekutif LAZISMU se-DIY. Acara dibuka oleh Andri Satiawan, S.E., M.Ak., CertDA., selaku pembawa acara. Pembukaan dilanjutkan dengan pembacaan Kalam Ilahi oleh Dina Andriana Rumopa, S.Sos, serta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Sang Surya yang dipimpin oleh dirigen Intan Fatima selaku penerima Beasiswa Sang Surya Batch #3.

Dalam sambutannya, Ketua LAZISMU DIY Jefree Fahana, S.T., M.Kom., menegaskan bahwa pelaksanaan audit keuangan bukan sekadar formalitas, tetapi merupakan wujud nyata dari amanah dan tanggung jawab lembaga terhadap dana yang dipercayakan oleh masyarakat.
“Audit bukan sekadar formalitas, tapi sebuah amanah besar. Kami ingin memastikan setiap rupiah yang dititipkan umat dikelola secara profesional dan disalurkan tepat sasaran,” tegas Jefree di hadapan peserta.

Sementara itu, Rektor UAD Prof. Dr. Muchlas, M.T. menyampaikan pentingnya kolaborasi antara lembaga pendidikan dan lembaga zakat. Menurutnya, tata kelola yang baik akan mendukung terciptanya dampak sosial yang berkelanjutan.
“Kolaborasi ini menunjukkan bahwa pengelolaan yang akuntabel akan menghasilkan kebermanfaatan yang lebih luas bagi masyarakat,” ungkapnya.
Apresiasi juga datang dari perwakilan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY, Dr. Riduwan, S.E., M.Ag., yang menyampaikan bahwa audit ini merupakan bentuk nyata dari prinsip transparansi yang telah menjadi nilai dasar gerakan Muhammadiyah.
“Audit ini adalah bentuk nyata dari prinsip amanah dan transparansi yang menjadi ciri gerakan Muhammadiyah. Kami bangga atas capaian ini,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, TIM auditor yang diwakili oleh Muhammad Hasbi, S. Akun dari Kantor Akuntan Publik (KAP), menyampaikan bahwa proses audit telah dilakukan secara independen, profesional, dan sesuai dengan standar akuntansi keuangan. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa tidak ditemukan temuan material dalam laporan keuangan LAZISMU DIY selama melakukan proses audit.
“Ini menjadi indikator kuat bahwa lembaga telah dikelola secara baik dan bertanggung jawab,” ungkap Hasbi.
Namun demikian, ada beberpa catatan yang harus di berikan jawaban dan bukti pendukung dari hasil temuan tersebut. Menurutnya temuian ini menjadi masukan atas pengelolaan catatan keuangan.

Catatan-catatan tersbut menjadi masukan yang berharga untuk LAZISMU sebagai bentuk perbaikan dan masukan kedepanya.
Acara ditutup secara resmi oleh Riduwan, sekaligus menandai selesainya seluruh rangkaian proses audit keuangan tahun buku 2024. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, LAZISMU DIY semakin mempertegas posisinya sebagai lembaga zakat yang profesional, amanah, dan akuntabel di mata publik.


