Gerakan Tadah Hujan LAZISMU DIY dan RDK UGM Hadirkan Tandon Air 5.500 Liter untuk Warga Gunungkidul

Gerakan Tadah Hujan : LAZISMU DIY dan RDK UGM Hadirkan Tandon Air 5.500 Liter untuk Warga Gunungkidul

YOGYAKARTA – LAZISMU DIY bersama RDK UGM menghadirkan solusi akses air bersih melalui program Gerakan Tadah Hujan dengan menyalurkan tandon air berkapasitas 5.500 liter kepada masyarakat Dusun Temuireng II, Kalurahan Girisuko, Kapanewon Panggang, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, pada Sabtu (4/4/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh warga setempat serta perangkat desa.

Wilayah Gunungkidul dikenal sebagai salah satu daerah yang kerap mengalami krisis air bersih, terutama saat musim kemarau panjang. Kondisi geografis berupa kawasan karst membuat air sulit tersimpan di permukaan tanah. Akibatnya, masyarakat kerap harus membeli air atau menempuh jarak jauh demi mendapatkan sumber air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Gerakan Tadah Hujan LAZISMU DIY dan RDK UGM Hadirkan Tandon Air 5.500 Liter untuk Warga Gunungkidul

Melalui program ini, masyarakat kini memiliki alternatif solusi dengan memanfaatkan tandon air untuk menampung air hujan sebagai cadangan saat musim kemarau.

Ketua RDK UGM 1447 H, Dimas Maulana Qolbi, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih atas kolaborasi yang terjalin.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Padukuhan Temuireng II dan LAZISMU yang telah menyukseskan program tandon air ini,” ungkapnya.

Secara tidak langsung, ia juga menegaskan harapannya agar kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini, melainkan dapat terus memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat ke depannya.

Gerakan Tadah Hujan LAZISMU DIY dan RDK UGM Hadirkan Tandon Air 5.500 Liter untuk Warga Gunungkidul

Manager LAZISMU DIY, Marzuki, menjelaskan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi kekeringan.

“Kolaborasi ini merupakan langkah nyata untuk mengantisipasi kemarau panjang melalui penyediaan tandon air bagi masyarakat,” tambahnya.

Ia juga menambahkan secara tidak langsung bahwa program Gerakan Tadah Hujan merupakan bagian dari komitmen LAZISMU dalam menghadirkan solusi jangka panjang, sekaligus membuka peluang pengembangan program pemberdayaan lainnya di masa mendatang.

Kepala Dukuh Temuireng II, Indra Setiawan, mengungkapkan apresiasi atas bantuan yang diberikan. Ia menyampaikan secara langsung,

“Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan yang sangat bermanfaat ini bagi masyarakat,” tegasnya.

Ia juga berharap secara tidak langsung agar kolaborasi antara masyarakat, LAZISMU, dan pihak kampus dapat terus berlanjut ke depan.

Perwakilan RW setempat, H. Panut, turut menyampaikan rasa syukur dan apresiasi.

“Terima kasih atas perjuangan semua pihak yang telah hadir dan membantu masyarakat di sini,” ungkapnya,

Secara tidak langsung, ia juga berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat serta menjadi amal kebaikan yang membawa keberkahan bagi semua pihak yang terlibat.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur dan harapan agar tandon air berkapasitas 5.500 liter ini dapat menjadi solusi jangka panjang bagi kebutuhan air bersih warga.

Melalui Gerakan Tadah Hujan, LAZISMU DIY dan RDK UGM menegaskan komitmen dalam menghadirkan program kemanusiaan yang berkelanjutan, tepat sasaran, dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Gerakan Tadah Hujan LAZISMU DIY dan RDK UGM Hadirkan Tandon Air 5.500 Liter untuk Warga Gunungkidul

Ayo Tebarkan Kebaikan Bersama LAZISMU DIY
Krisis air bersih masih menjadi tantangan nyata di berbagai wilayah. Mari ambil bagian dalam menghadirkan solusi dengan berdonasi melalui LAZISMU DIY. Setiap kontribusi Anda akan membantu lebih banyak masyarakat mendapatkan akses air bersih dan kehidupan yang lebih layak.

Berita Terakhir

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top
Sudah Berbuat Baik Hari ini?