Komitmen Muhammadiyah DIY dan LAZISMU DIY dalam Respon Banjir dan Tanah Longsor di Sumatra

Komitmen Muhammadiyah DIY dan LAZISMU DIY dalam Respon Banjir dan Tanah Longsor di Sumatra

Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar Rapat Koordinasi LAZISMU Wilayah DIY secara daring pada Senin (12/1/26). Rapat ini menjadi forum strategis untuk menyatukan langkah, memperkuat koordinasi, serta memastikan seluruh respon kebencanaan Muhammadiyah berjalan tertib, terarah, dan akuntabel.  

Rapat yang diikuti oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY, Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah DIY, LHPB, LRB/MDMC, LAZISMU DIY, serta unsur PDM dan LAZISMU Daerah se-DIY ini membahas perkembangan respon banjir dan longsor di Aceh

Selama periode 5 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026, Muhammadiyah telah menyelesaikan fase respon di Kabupaten Gayo Lues selama satu bulan, dengan layanan kesehatan, distribusi logistik, penyediaan air bersih, serta pendirian masjid darurat bagi warga terdampak. Ratusan keluarga terdampak telah menerima manfaat langsung dari layanan tersebut. 

Komitmen Muhammadiyah DIY dan LAZISMU DIY dalam Respon Banjir dan Tanah Longsor di Sumatra

Memasuki fase lanjutan, rapat menyepakati peralihan fokus respon ke Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah hingga Maret 2026. Kedua wilayah tersebut dinilai masih membutuhkan pendampingan intensif akibat medan yang berat, akses terbatas, serta tingginya kerentanan masyarakat pascabencana.

Selain memaparkan capaian lapangan, rapat juga menegaskan pentingnya koordinasi satu pintu dalam manajemen bencana Muhammadiyah. Seluruh distribusi bantuan, konsolidasi dana, hingga inisiatif pembangunan seperti masjid darurat dan fasilitas pendidikan harus berada dalam satu koridor kebijakan Persyarikatan guna menjaga ketertiban dan akuntabilitas.

Komitmen Muhammadiyah DIY dan LAZISMU DIY dalam Respon Banjir dan Tanah Longsor di Sumatra

Dalam rapat tersebut, LAZISMU DIY juga memaparkan rekap Dana Siaga Bencana Lazismu Daerah se-DIY sebagai bentuk keterbukaan kepada pimpinan dan publik. Hingga awal Januari 2026, total penghimpunan Dana Siaga Bencana LAZISMU se-DIY tercatat sebesar Rp 8.846.965.796.

Dari jumlah tersebut, dana yang telah disetorkan ke tingkat wilayah mencapai Rp 4.465.946.810, sementara Rp 4.381.018.986 masih dalam proses penyetoran. Adapun rekap per wilayah menunjukkan bahwa kontribusi berasal dari LAZISMU Wilayah DIY serta LAZISMU Daerah Kota Yogyakarta, Bantul, Sleman, Gunungkidul, dan Kulon Progo dengan mekanisme setoran bertahap sesuai kemampuan dan waktu masing-masing daerah.

Laporan ini menegaskan bahwa dana siaga bencana akan dikelola secara amanah, transparan, dan tepat sasaran untuk mendukung layanan kemanusiaan, khususnya respon banjir dan longsor di Aceh.

Komitmen Muhammadiyah DIY dan LAZISMU DIY dalam Respon Banjir dan Tanah Longsor di Sumatra

Rapat turut merangkum sejumlah kebutuhan mendesak di lokasi terdampak, antara lain paket logistik, dukungan air bersih, sarana ibadah, perbaikan fasilitas pendidikan seperti TK Aisyiyah yang terdampak, serta kebutuhan kendaraan dan perlengkapan relawan.

Lebih dari sekadar laporan, forum ini menjadi refleksi bersama atas amanah kemanusiaan yang diemban. Melalui sinergi seluruh unsur Persyarikatan serta dukungan jamaah dan donatur, Muhammadiyah DIY berkomitmen untuk terus hadir mendampingi masyarakat terdampak bencana dengan kerja yang terkoordinasi, transparan, dan berkelanjutan.

Berita Terakhir

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top
Sudah Berbuat Baik Hari ini?