PIDIE JAYA — Pemulihan pasca bencana banjir dan longsor di Aceh tidak hanya dilakukan melalui perbaikan sarana fisik, tetapi juga melalui penguatan kembali aktivitas kelembagaan dan dakwah masyarakat. Hal tersebut ditandai dengan peresmian dan serah terima Gedung Dakwah Muhammadiyah Pidie Jaya, Sabtu (19/9/26), di Jalan Sultan Iskandar Muda No. 30, Kota Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya.
Gedung tersebut merupakan salah satu bagian dari program rehabilitasi dan rekonstruksi dampak bencana banjir dan longsor yang dilaksanakan Muhammadiyah bersama LAZISMU Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Renovasi dilakukan setelah fasilitas Muhammadiyah di Pidie Jaya turut terdampak bencana yang melanda wilayah Aceh.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Pidie Jaya, Ustaz Makmur Hasan Sufi, menyampaikan apresiasi kepada Muhammadiyah dan LAZISMU DIY atas dukungan yang diberikan dalam proses renovasi. Menurutnya, selesainya renovasi gedung dan musala menjadi momentum penting bagi Muhammadiyah Pidie Jaya untuk kembali menghidupkan aktivitas dakwah dan pelayanan masyarakat.
“Alhamdulillah, seperti yang kita lihat hari ini, musala dan gedung dakwah ini sudah berdiri dengan megah dan menjadi ikon Pidie Jaya. Mudah-mudahan ini menjadi daya bagi kita untuk memulai dakwah Muhammadiyah di sini,” demikian disampaikan dalam sambutan peresmian.
Selain menjadi fasilitas dakwah, keberadaan gedung tersebut juga diharapkan menjadi ruang bersama bagi berbagai aktivitas Muhammadiyah dan masyarakat. Fasilitas yang telah direnovasi diproyeksikan dapat digunakan untuk mendukung kegiatan kelembagaan, dakwah, serta aktivitas sosial masyarakat secara berkelanjutan.
Peresmian gedung juga menjadi bagian dari rangkaian program yang diarahkan pada penguatan LAZISMU Pidie Jaya. Selama tiga hari sebelumnya, LAZISMU DIY melaksanakan pelatihan dan pendampingan bagi LAZISMU Pidie Jaya. Pendampingan tersebut diarahkan agar LAZISMU Pidie Jaya mampu mengenali dan memanfaatkan potensi yang ada untuk memberikan kontribusi kepada warga Muhammadiyah maupun masyarakat Pidie Jaya dan Aceh. 
Dalam sambutannya, PDM Pidie Jaya menyebut pendampingan tersebut sebagai bagian penting dari proses penguatan kelembagaan. LAZISMU Pidie Jaya diharapkan dapat berkembang menjadi wadah yang mampu menghimpun potensi dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Lebih dari sekadar bantuan fisik, dukungan yang diberikan Muhammadiyah dan LAZISMU DIY dipandang sebagai wujud kepedulian dan kebersamaan dalam menghadapi dampak bencana. Kedatangan tim dari Yogyakarta menjadi bagian dari solidaritas antardaerah untuk membantu masyarakat Pidie Jaya bangkit dan kembali menjalankan aktivitas kelembagaan.
“Ini adalah wujud nyata hari ini bagaimana Allah sebenarnya sayang. Allah kasih kemudahan pada kita. Kita memiliki kekuatan dan kesempatan untuk bisa bangkit kembali,” ungkapnya.
Ke depan, keberadaan gedung tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemulihan bangunan. PDM Pidie Jaya menekankan pentingnya keberlanjutan komunikasi dan pendampingan antara Aceh, Pidie Jaya, dan Yogyakarta. Pendampingan dari Muhammadiyah dan LAZISMU DIY diharapkan terus berlanjut melalui pemberian motivasi, koreksi, serta pengawasan agar proses penguatan kelembagaan dapat berjalan dan tidak berhenti setelah program selesai.

Rangkaian kegiatan peresmian juga diisi dengan pengajian, tasyakuran, serta pemberian santunan kepada anak yatim dan piatu di Pidie Jaya. Kegiatan tersebut memperkuat pesan bahwa proses pemulihan pasca bencana tidak hanya menyangkut pembangunan kembali fasilitas, tetapi juga membangun kembali semangat kebersamaan dan kepedulian di tengah masyarakat.
Bersamaan dengan agenda di Pidie Jaya, rangkaian program rehabilitasi dan rekonstruksi juga dilanjutkan dengan kegiatan di Kabupaten Bireuen, termasuk serah terima sarana fisik program pendampingan masyarakat di Desa Pantee Lhong.

Melalui rangkaian tersebut, Muhammadiyah dan LAZISMU DIY berupaya menjadikan proses rehabilitasi dan rekonstruksi sebagai momentum untuk memperkuat kembali kelembagaan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. Gedung yang kembali berdiri diharapkan menjadi ruang tumbuhnya berbagai aktivitas yang memberikan manfaat bagi masyarakat Pidie Jaya dalam jangka panjang.

