Rawat Tradisi, Berdayakan Ekonomi: LAZISMU DIY Dukung Pasar Djadoel Tempuran Binaan LP UMKM

Rawat Tradisi, Berdayakan Ekonomi: LAZISMU DIY Dukung Pasar Djadoel Tempuran Binaan LP UMKM

LAZISMU DIY dukung pembukaan Pasar Djadoel Tempuran di Bintaran Kulon, Kalurahan Srimulyo, Kapanewon Piyungan, Kabupaten Bantul, Ahad (1/11/2026). Pasar ini diselenggarakan oleh Lembaga Pengembang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LP UMKM) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY bersama Takmir Masjid Al-Kautsar Bintaran Kulon. Pembukaan pasar tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Milad Muhammadiyah ke-114 yang diselenggarakan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Piyungan.

Mengusung tema “Ngrumat Tradisi, Ngrumat Bungahing Ati”, Pasar Djadoel Tempuran menghadirkan suasana kehidupan desa tempo dulu dengan beragam kuliner dan produk tradisional. Pada penyelenggaraan perdana, terdapat 29 lapak yang menawarkan lebih dari 50 jenis makanan dan minuman tradisional. Selain kuliner, pengunjung juga dapat menemukan aneka mainan tradisional, hasil bumi, hingga produk peternakan.

Pengelola turut memperhatikan aspek kesehatan dan kualitas produk yang dijajakan. Sejumlah makanan yang dijual tidak menggunakan MSG dan memanfaatkan tepung mocaf sebagai bahan olahan. Suasana tradisional semakin terasa dengan penampilan kelompok karawitan Gatra Milenial.

Keunikan lainnya terlihat pada sistem transaksi. Pengunjung terlebih dahulu menukarkan uang rupiah dengan duit empring, yakni alat tukar khusus yang digunakan di lingkungan pasar dimana satu empring bernilai 2000 rupiah. Uang rupiah tidak berlaku secara langsung di lapak pedagang. Antusiasme pengunjung pun terlihat sejak pagi. Bahkan, menjelang pukul 09.30 WIB, sejumlah dagangan dilaporkan telah habis terjual.

Rawat Tradisi, Berdayakan Ekonomi: LAZISMU DIY Dukung Pasar Djadoel Tempuran Binaan LP UMKM

Pengelola Pasar Djadoel Tempuran, Tabah, menjelaskan bahwa lokasi pasar tersebut sebelumnya merupakan lahan bekas tambang tanah dan pasir. Bersama masyarakat, lahan itu kemudian dimanfaatkan menjadi ruang kegiatan ekonomi yang melibatkan warga dan jemaah masjid.

“Tempat ini dulunya merupakan lahan tambang tanah dan pasir. Sekarang kami berupaya memanfaatkannya bersama masyarakat agar bisa menjadi ruang pemberdayaan ekonomi jemaah,” jelas Tabah.

Ia menambahkan, panitia memberikan jaminan terhadap risiko kerugian yang mungkin dialami pedagang dengan dukungan LAZISMU DIY. Skema tersebut diharapkan dapat memberikan rasa aman kepada para pelapak sehingga mereka lebih berani berpartisipasi.

Rawat Tradisi, Berdayakan Ekonomi: LAZISMU DIY Dukung Pasar Djadoel Tempuran Binaan LP UMKM

Ke depan, pengelola menargetkan peningkatan jumlah pedagang dari 29 menjadi 50 lapak, dengan sasaran kunjungan sekitar 5.000 orang pada setiap penyelenggaraan. Selain itu, sebesar lima persen dari omzet pedagang akan diinfakkan untuk mendukung kemakmuran Masjid Al-Kautsar Bintaran Kulon.

Dukungan terhadap penyelenggaraan pasar juga datang dari Pemerintah Kalurahan Srimulyo. Perwakilan pemerintah kalurahan menyampaikan apresiasi kepada panitia dan masyarakat yang telah bergotong royong mewujudkan kegiatan tersebut. Menurutnya, Pasar Djadoel Tempuran tidak hanya menjadi tempat transaksi jual beli, tetapi juga memiliki nilai sosial dan edukatif bagi masyarakat.

“Pasar ini bukan sekadar tempat bertemunya penjual dan pembeli. Lebih dari itu, menjadi ruang nostalgia, sarana edukasi bagi generasi muda, sekaligus wadah untuk menggerakkan ekonomi kreatif masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua PWM DIY yang membidangi LP UMKM, Dr. Riduwan, M.Ag., menilai kehadiran Pasar Djadoel Tempuran sebagai wujud kepedulian Muhammadiyah terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk penguatan ekonomi umat.

Ia menjelaskan bahwa perhatian Muhammadiyah terhadap sektor usaha mikro, kecil, dan menengah semakin diperkuat melalui pembentukan LP UMKM pasca-Muktamar Muhammadiyah tahun 2022. Menurutnya, pemberdayaan UMKM merupakan bagian penting dari upaya membangun kemandirian ekonomi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Riduwan juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua LAZISMU DIY, Jefree Fahana, S.T., M.Kom., atas dukungan yang diberikan dalam penyelenggaraan Pasar Djadoel Tempuran.

Rangkaian Milad Muhammadiyah ke-114 di Piyungan sendiri telah diisi dengan berbagai kegiatan sejak pagi. PCM Piyungan menyelenggarakan pengajian, kegiatan lari bersama komunitas Playonmu dengan jarak tempuh 3,5 kilometer, serta aktivitas komunitas Goesmu, Pedalmu, dan senam bersama Muhammadiyah Senior Care.

Pasar Djadoel Tempuran kemudian dibuka secara resmi oleh para tokoh yang hadir melalui pembacaan basmalah bersama, dilanjutkan dengan sesi foto bersama. Ke depan, pasar ini direncanakan berlangsung secara rutin setiap selapan atau 35 hari sekali, bertepatan dengan Ahad Pahing. Pengelola juga membuka peluang untuk meningkatkan frekuensi penyelenggaraan seiring dengan perkembangan dan antusiasme masyarakat.

Rawat Tradisi, Berdayakan Ekonomi: LAZISMU DIY Dukung Pasar Djadoel Tempuran Binaan LP UMKM

Bagi LAZISMU DIY, dukungan terhadap Pasar Djadoel Tempuran merupakan bagian dari komitmen dalam mendorong penguatan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan UMKM. Upaya pelestarian tradisi dan budaya lokal diharapkan dapat berjalan beriringan dengan tumbuhnya kemandirian ekonomi warga.

Dari Bintaran Kulon, Pasar Djadoel Tempuran menjadi gambaran bahwa tradisi bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan juga dapat menjadi jalan untuk membangun kebersamaan, menggerakkan ekonomi, dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

 

Berita Terakhir

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top
Sudah Berbuat Baik Hari ini?