Dorong UMKM, LAZISMU DIY Salurkan Bantuan Modal untuk Angkringan Mamak

Dorong UMKM, LAZISMU DIY Salurkan Bantuan Modal untuk Angkringan Mamak

Yogyakarta — LAZISMU Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali menyalurkan bantuan ekonomi produktif kepada pelaku usaha kecil melalui program pemberdayaan UMKM. Pada Sabtu (22/8/26), LAZISMU DIY melaksanakan pentasyarufan bantuan sekaligus branding usaha Angkringan Mamak milik Ibu Umani sebagai upaya mendukung pengembangan usaha dan kemandirian ekonomi keluarga.

Angkringan Mamak berlokasi di Jalan Ringin Putih No. 7, Pringgan, Kotagede, DIY. Selama kurang lebih dua setengah tahun, Ibu Umani bersama suami dan salah satu anaknya telah menjalankan usaha tersebut yang buka setiap hari mulai pukul 05.00 hingga 13.00 WIB.

Angkringan Mamak melayani berbagai kalangan, mulai dari warga sekitar, anak kos, petugas kebersihan, hingga anggota kepolisian. Pada jam-jam ramai, yakni sekitar pukul 07.00–10.00 WIB, angkringan ini mampu menjual lebih dari 30 bungkus nasi kucing per hari dengan harga Rp3.000 per bungkus. Selain itu, tersedia pula gorengan seharga Rp1.000, berbagai minuman, serta menu perususan yang berasal dari titipan.

Dorong UMKM, LAZISMU DIY Salurkan Bantuan Modal untuk Angkringan Mamak

Dalam kesehariannya, usaha tersebut menjadi salah satu sumber penghasilan keluarga dengan pendapatan sekitar Rp300.000 per hari. Namun, berdasarkan hasil assessment, masih terdapat sejumlah kendala yang menghambat perkembangan usaha, terutama keterbatasan peralatan dan pengelolaan keuangan yang belum tertata.

Salah satu kebutuhan yang cukup mendesak adalah penambahan menu sayur. Permintaan tersebut datang dari sejumlah pelanggan, khususnya pihak kepolisian yang menjadi salah satu pelanggan Angkringan Mamak. Namun, keterbatasan modal membuat Ibu Umani belum dapat membeli perlengkapan yang diperlukan untuk menyiapkan menu tersebut.

Yogyakarta — LAZISMU Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali menyalurkan bantuan ekonomi produktif kepada pelaku usaha kecil melalui program pemberdayaan UMKM. Pada Sabtu (22/8/26), LAZISMU DIY melaksanakan pentasyarufan bantuan sekaligus branding usaha Angkringan Mamak milik Ibu Umani sebagai upaya mendukung pengembangan usaha dan kemandirian ekonomi keluarga. Angkringan Mamak berlokasi di Jalan Ringin Putih No. 7, Pringgan, Kotagede, DIY. Selama kurang lebih dua setengah tahun, Ibu Umani bersama suami dan salah satu anaknya telah menjalankan usaha tersebut yang buka setiap hari mulai pukul 05.00 hingga 13.00 WIB. Angkringan Mamak melayani berbagai kalangan, mulai dari warga sekitar, anak kos, petugas kebersihan, hingga anggota kepolisian. Pada jam-jam ramai, yakni sekitar pukul 07.00–10.00 WIB, angkringan ini mampu menjual lebih dari 30 bungkus nasi kucing per hari dengan harga Rp3.000 per bungkus. Selain itu, tersedia pula gorengan seharga Rp1.000, berbagai minuman, serta menu perususan yang berasal dari titipan. Dalam kesehariannya, usaha tersebut menjadi salah satu sumber penghasilan keluarga dengan pendapatan sekitar Rp300.000 per hari. Namun, masih terdapat sejumlah kendala yang menghambat perkembangan usaha, terutama keterbatasan peralatan dan pengelolaan keuangan yang belum tertata. Salah satu kebutuhan yang cukup mendesak adalah penambahan menu sayur. Permintaan tersebut datang dari sejumlah pelanggan, khususnya pihak kepolisian yang menjadi salah satu pelanggan Angkringan Mamak. Namun, keterbatasan modal membuat Ibu Umani belum dapat membeli perlengkapan yang diperlukan untuk menyiapkan menu tersebut. Melalui bantuan dari LAZISMU DIY, Angkringan Mamak mendapatkan dukungan berupa meja, tempat sayur, panci, wajan, serta tambahan modal usaha. Selain bantuan sarana dan modal, dilakukan pula branding pada angkringan agar tampil lebih menarik dan memiliki identitas usaha yang lebih kuat. Di sisi lain, pengelolaan keuangan menjadi salah satu hal yang perlu diperbaiki. Selama ini, uang hasil penjualan masih bercampur antara kebutuhan harian dan modal usaha sehingga keuntungan belum dapat terlihat secara jelas. Dengan pencatatan keuangan yang lebih tertib, Ibu Umani diharapkan dapat mengetahui perkembangan usaha, mengatur perputaran modal, serta merencanakan pengembangan usaha secara lebih baik. Bagi Ibu Umani, bantuan tersebut menjadi dukungan berarti untuk mengembangkan usaha yang selama ini dijalankan bersama keluarga. Ia berharap tambahan peralatan dan modal dapat membantu Angkringan Mamak memenuhi kebutuhan pelanggan sekaligus meningkatkan pendapatan usaha. “Harapannya, berkat bantuan dari LAZISMU ini bisa bermanfaat sampai seterusnya dan usaha saya semakin laris manis. Semoga ke depannya semuanya semakin lancar. Sekali lagi, terima kasih LAZISMU,” ungkap Ibu Umani. Program pentasyarufan ini menjadi bagian dari komitmen LAZISMU DIY dalam mendayagunakan dana zakat, infak, dan sedekah untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Bantuan tidak hanya diberikan untuk memenuhi kebutuhan usaha, tetapi juga diarahkan agar penerima manfaat mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan. Dengan tambahan peralatan, modal, dan branding usaha tersebut, Angkringan Mamak diharapkan dapat berkembang, memenuhi permintaan pelanggan yang semakin beragam, meningkatkan omzet, serta memberikan manfaat yang lebih besar bagi keluarga Ibu Umani. LAZISMU DIY terus berkomitmen menghadirkan program pemberdayaan ekonomi yang tepat sasaran, sehingga dana zakat, infak, dan sedekah dapat menjadi penggerak kemandirian serta keberlanjutan usaha masyarakat kecil di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Melalui bantuan dari LAZISMU DIY, Angkringan Mamak mendapatkan dukungan berupa tempat sayur, panci, wajan, serta tambahan modal usaha seperti minuman saset dan lain lain. Selain bantuan sarana dan modal, dilakukan pula branding pada angkringan agar tampil lebih menarik dan memiliki identitas usaha yang lebih kuat.

Di sisi lain, pengelolaan keuangan menjadi salah satu hal yang perlu diperbaiki. Selama ini, uang hasil penjualan masih bercampur antara kebutuhan harian dan modal usaha sehingga keuntungan belum dapat terlihat secara jelas. Dengan pencatatan keuangan yang lebih tertib, Ibu Umani diharapkan dapat mengetahui perkembangan usaha, mengatur perputaran modal, serta merencanakan pengembangan usaha secara lebih baik.

Bagi Ibu Umani, bantuan tersebut menjadi dukungan berarti untuk mengembangkan usaha yang selama ini dijalankan bersama keluarga. Ia berharap tambahan peralatan dan modal dapat membantu Angkringan Mamak memenuhi kebutuhan pelanggan sekaligus meningkatkan pendapatan usaha.

“Harapannya, berkat bantuan dari LAZISMU ini bisa bermanfaat sampai seterusnya dan usaha saya semakin laris manis. Semoga ke depannya semuanya semakin lancar. Sekali lagi, terima kasih LAZISMU,” ungkap Ibu Umani.

Yogyakarta — LAZISMU Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali menyalurkan bantuan ekonomi produktif kepada pelaku usaha kecil melalui program pemberdayaan UMKM. Pada Sabtu (22/8/26), LAZISMU DIY melaksanakan pentasyarufan bantuan sekaligus branding usaha Angkringan Mamak milik Ibu Umani sebagai upaya mendukung pengembangan usaha dan kemandirian ekonomi keluarga. Angkringan Mamak berlokasi di Jalan Ringin Putih No. 7, Pringgan, Kotagede, DIY. Selama kurang lebih dua setengah tahun, Ibu Umani bersama suami dan salah satu anaknya telah menjalankan usaha tersebut yang buka setiap hari mulai pukul 05.00 hingga 13.00 WIB. Angkringan Mamak melayani berbagai kalangan, mulai dari warga sekitar, anak kos, petugas kebersihan, hingga anggota kepolisian. Pada jam-jam ramai, yakni sekitar pukul 07.00–10.00 WIB, angkringan ini mampu menjual lebih dari 30 bungkus nasi kucing per hari dengan harga Rp3.000 per bungkus. Selain itu, tersedia pula gorengan seharga Rp1.000, berbagai minuman, serta menu perususan yang berasal dari titipan. Dalam kesehariannya, usaha tersebut menjadi salah satu sumber penghasilan keluarga dengan pendapatan sekitar Rp300.000 per hari. Namun, masih terdapat sejumlah kendala yang menghambat perkembangan usaha, terutama keterbatasan peralatan dan pengelolaan keuangan yang belum tertata. Salah satu kebutuhan yang cukup mendesak adalah penambahan menu sayur. Permintaan tersebut datang dari sejumlah pelanggan, khususnya pihak kepolisian yang menjadi salah satu pelanggan Angkringan Mamak. Namun, keterbatasan modal membuat Ibu Umani belum dapat membeli perlengkapan yang diperlukan untuk menyiapkan menu tersebut. Melalui bantuan dari LAZISMU DIY, Angkringan Mamak mendapatkan dukungan berupa meja, tempat sayur, panci, wajan, serta tambahan modal usaha. Selain bantuan sarana dan modal, dilakukan pula branding pada angkringan agar tampil lebih menarik dan memiliki identitas usaha yang lebih kuat. Di sisi lain, pengelolaan keuangan menjadi salah satu hal yang perlu diperbaiki. Selama ini, uang hasil penjualan masih bercampur antara kebutuhan harian dan modal usaha sehingga keuntungan belum dapat terlihat secara jelas. Dengan pencatatan keuangan yang lebih tertib, Ibu Umani diharapkan dapat mengetahui perkembangan usaha, mengatur perputaran modal, serta merencanakan pengembangan usaha secara lebih baik. Bagi Ibu Umani, bantuan tersebut menjadi dukungan berarti untuk mengembangkan usaha yang selama ini dijalankan bersama keluarga. Ia berharap tambahan peralatan dan modal dapat membantu Angkringan Mamak memenuhi kebutuhan pelanggan sekaligus meningkatkan pendapatan usaha. “Harapannya, berkat bantuan dari LAZISMU ini bisa bermanfaat sampai seterusnya dan usaha saya semakin laris manis. Semoga ke depannya semuanya semakin lancar. Sekali lagi, terima kasih LAZISMU,” ungkap Ibu Umani. Program pentasyarufan ini menjadi bagian dari komitmen LAZISMU DIY dalam mendayagunakan dana zakat, infak, dan sedekah untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Bantuan tidak hanya diberikan untuk memenuhi kebutuhan usaha, tetapi juga diarahkan agar penerima manfaat mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan. Dengan tambahan peralatan, modal, dan branding usaha tersebut, Angkringan Mamak diharapkan dapat berkembang, memenuhi permintaan pelanggan yang semakin beragam, meningkatkan omzet, serta memberikan manfaat yang lebih besar bagi keluarga Ibu Umani. LAZISMU DIY terus berkomitmen menghadirkan program pemberdayaan ekonomi yang tepat sasaran, sehingga dana zakat, infak, dan sedekah dapat menjadi penggerak kemandirian serta keberlanjutan usaha masyarakat kecil di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Program pentasyarufan ini menjadi bagian dari komitmen LAZISMU DIY dalam mendayagunakan dana zakat, infak, dan sedekah untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Bantuan tidak hanya diberikan untuk memenuhi kebutuhan usaha, tetapi juga diarahkan agar penerima manfaat mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

Dengan tambahan peralatan, modal, dan branding usaha tersebut, Angkringan Mamak diharapkan dapat berkembang, memenuhi permintaan pelanggan yang semakin beragam, meningkatkan omzet, serta memberikan manfaat yang lebih besar bagi keluarga Ibu Umani.

LAZISMU DIY terus berkomitmen menghadirkan program pemberdayaan ekonomi yang tepat sasaran, sehingga dana zakat, infak, dan sedekah dapat menjadi penggerak kemandirian serta keberlanjutan usaha masyarakat kecil di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Berita Terakhir

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top
Sudah Berbuat Baik Hari ini?