Yogyakarta (30/05) – KBIHU ’Aisyiyah bersama LAZISMU D.I. Yogyakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan manfaat ibadah haji yang lebih luas melalui program distribusi daging DAM Hadyu bagi masyarakat yang membutuhkan. Program ini dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, kepatuhan syariah, serta memastikan penyaluran tepat sasaran kepada fakir dan miskin sebagai kelompok prioritas penerima manfaat.
Dalam pelaksanaannya, LAZISMU DIY ikut memonitoring, mendampingi, dan mendistribusikan DAM Hadyu sekaligus memastikan bahwa hewan yang digunakan untuk DAM Hadyu memenuhi persyaratan syariah dan kesehatan. Seluruh hewan telah melalui pemeriksaan kesehatan oleh tenaga yang berwenang, dalam kondisi sehat, cukup umur, tidak cacat, serta layak untuk disembelih sesuai ketentuan agama Islam dan peraturan yang berlaku.
Menurut Eka Yuhendri selaku Sekretaris Badan Pengurus LAZISMU DIY, pelaksanaan DAM Hadyu baru pertama kali di tanah air. Ini merupakan amanah yang besar sekaligus menjadi peluang strategis untuk mendorong keadilan distribusi dan penguatan ekonomi melalui sumber daya sosial-keagamaan. DAM Hadyu tidak hanya menjadi bagian dari pemenuhan kewajiban syariat bagi jamaah haji, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kepedulian sosial dan mendorong terwujudnya keadilan sosial di tengah masyarakat.
“Ini merupakan amanah yang besar sekaligus peluang strategis untuk mendorong keadilan distribusi dan penguatan ekonomi melalui pemanfaatan sumber daya sosial-keagamaan. Dam hadyu tidak hanya menjadi bagian dari pemenuhan kewajiban syariat bagi jamaah haji, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kepedulian sosial dan mendorong terwujudnya keadilan sosial di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan setidaknya ada 23.828 orang atau 4.132 KK penerima manfaat yang telah diverifikasi sehingga distribusi DAM Hadyu dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Pendekatan ini menjadi bagian dari ikhtiar agar menghadirkan keadilan sosial melalui pemerataan distribusi daging DAM Hadyu kepada keluarga fakir, miskin, dhuafa, lansia, dan kelompok rentan lainnya, sehingga manfaat ibadah haji dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat yang membutuhkan.
Ketua BPH KBIHU ‘Aisyiyah DIY Suwandi D. Subrata menyampaikan bahwa BPH KBIHU ‘Aisyiyah DIY berupaya dengan sungguh-sungguh dalam pelaksanaan penyembelihan DAM Hadyu ini, melalui langkah langkah yang diamanatkan oleh PP No 95 tahun 2012 Jo Peraturan Menteri Pertanian No 114 tahun 2014, dengan beberapa prinsip, yaitu: 1. Disembelih di RPH yang bersertifikat halal; 2. Dilaksanakan oleh juru sembelih yang bersertifikat halal; 3. Di approval dokter hewan (drh); 4. Didokumentasikan dengan akuntabilitas yang tinggi, dan 5. Didistribusikan secara transparan dan egalitarian.
Seluruh tahapan kegiatan, mulai dari penghimpunan amanah jamaah, pengadaan hewan, pemeriksaan kesehatan, penyembelihan, pengemasan, hingga distribusi kepada penerima manfaat dilakukan secara profesional. Hal ini merupakan bentuk tanggung jawab kepada para shahibul DAM Hadyu sekaligus upaya menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan dana dan amanah ibadah dari jamaah haji. Ini juga dibuktikan dengan jumlah jamaah yang meningkat dari tahun ke tahun. Tahun ini ada 1.694 jamaah dari D.I. Yogyakarta bahkan juga dipercayai oleh jamaah haji KBIH Ahmad Dahlan Pringsewu Lampung sebanyak 44 jamaah sehingga total yang dikelola oleh KBIHU ‘Aisyiyah D.I. Yogyakarta tahun 1447 H ini berjumlah 1.738 jamaah.
Pemotongan dilakukan di tiga lokasi Rumah Pemotongan Hewan (RPH), yaitu Segoroyoso Bantul, RPH Cebongan Sleman, dan RPH Samigaluh Kulon Progo. Proses penyembelihan dilaksanakan oleh juru sembelih halal yang kompeten dengan memperhatikan kaidah kesejahteraan hewan, standar kebersihan, dan keamanan pangan. Penyembelihan dilakukan sesuai syariat Islam dengan menyebut nama Allah SWT, menggunakan peralatan yang memenuhi standar, serta mengikuti ketentuan pemerintah terkait kesehatan hewan dan penanganan daging kurban maupun DAM Hadyu hingga sampai pada penerima manfaat.

Selain memberikan manfaat berupa pemenuhan kebutuhan pangan, program DAM hadyu ini juga menjadi media penguatan nilai-nilai solidaritas, kepedulian, dan ukhuwah Islamiyah. Ibadah yang dilaksanakan oleh jamaah haji tidak berhenti pada dimensi ritual, tetapi turut menghadirkan dampak sosial yang nyata bagi masyarakat.
Melalui kolaborasi KBIHU ’Aisyiyah dan LAZISMU DIY ini diharapkan distribusi daging DAM Hadyu dapat menjadi contoh praktik filantropi Islam yang profesional, amanah, dan berkeadilan, sehingga nilai-nilai ibadah haji semakin dirasakan manfaatnya oleh umat, khususnya fakir dan miskin yang menjadi prioritas penerima manfaat.


