SLEMAN – PT BPRS Harta Insan Karimah Mitra Cahaya Indonesia (BPRS HIK MCI) bersama Lazismu Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menegaskan komitmen sosialnya melalui kegiatan pentasyarufan Beasiswa Pendidikan Mentari dan Program Peduli Guru bagi siswa dan guru sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Sleman. Kegiatan tersebut dilaksanakan di SMK Muhammadiyah 1 Sleman, Selasa (27/1/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh 225 peserta, sejumlah pimpinan daerah Muhammadiyah, di antaranya Badan Pengurus LazisMu DIY, pimpinan BPRS HIK MCI, Surachmat, Kepala Majelis Dikdasmen PDM Kabupaten Sleman, serta Hadi Supanan, Bendahara PDM Sleman, serta para penerima manfaat beasiswa. Acara berlangsung khidmat dengan rangkaian pembukaan, pembacaan Kalam Ilahi, hingga penyerahan beasiswa secara simbolik.
Program ini menyasar siswa dan guru jenjang SD, SMP, hingga SMA/SMK Muhammadiyah sebagai bagian dari upaya mendukung keberlanjutan dan pemerataan akses pendidikan. Sebanyak 100 siswa menerima bantuan subsidi biaya pendidikan dengan nominal berbeda sesuai jenjang, yakni Rp400.000 untuk siswa SD, Rp500.000 untuk siswa SMP, dan Rp600.000 untuk siswa SMA.

Selain itu, melalui Program Peduli Guru, bantuan kesejahteraan juga disalurkan kepada 100 guru Muhammadiyah dengan nilai masing-masing Rp500.000 sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdian mereka di dunia pendidikan.
Direktur Utama BPRS HIK MCI, Kholid, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan implementasi nyata nilai-nilai syariah yang dijunjung oleh perusahaan.
“BPRS HIK MCI tidak hanya hadir sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai mitra strategis pendidikan Muhammadiyah. Bersama Lazismu DIY, kami ingin memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan guru dan masa depan siswa di Sleman,” ujar Kholid.
Ia menambahkan secara tidak langsung bahwa dukungan terhadap sektor pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang akan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Manager Regional Lazismu DIY, Marzuki, menegaskan bahwa sinergi dengan BPRS HIK MCI menjadi contoh ideal kolaborasi antara lembaga filantropi dan sektor perbankan syariah. Menurutnya, Lazismu berkomitmen menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana umat.
“Kami memastikan amanah ini tersalurkan tepat sasaran dan memberikan manfaat optimal bagi penerima,” katanya.
Surachmat menyampaikan bahwa bantuan Beasiswa Mentari mampu menjadi pemicu semangat belajar siswa. Sementara itu, Program Peduli Guru ini juga memberikan dorongan moral bagi para pendidik yang selama ini menjadi ujung tombak pendidikan Muhammadiyah.

Melalui kegiatan ini, BPRS HIK MCI dan Lazismu DIY berharap program Beasiswa Mentari dan Peduli Guru dapat terus berlanjut dan memberikan kontribusi berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas pendidikan Muhammadiyah di Kabupaten Sleman.


