Dari Zakat untuk Pendidikan: Kolaborasi BPRS HIK MCI dan LAZISMU DIY

Dari Zakat untuk Pendidikan: Kolaborasi BPRS HIK MCI dan LAZISMU DIY

Sleman — Penguatan sektor pendidikan nasional terus didorong oleh LAZISMU DIY melalui kolaborasi strategis bersama BPRS HIK MCI. Sinergi ini diwujudkan dalam program Save Our School (SOS) melalui penyaluran bantuan sarana pendidikan di TK ABA Minomartani, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (21/4/2026).

Kolaborasi antara LAZISMU DIY dan BPRS HIK MCI menjadi contoh nyata integrasi antara lembaga filantropi dan sektor keuangan syariah dalam memperluas dampak sosial, khususnya di bidang pendidikan. Melalui kemitraan ini, dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dari karyawan BPRS HIK MCI dikelola secara amanah oleh LAZISMU untuk disalurkan kepada penerima manfaat yang tepat.

Dari Zakat untuk Pendidikan: Kolaborasi BPRS HIK MCI dan LAZISMU DIY

Manager Regional LAZISMU DIY, Marzuki, menegaskan bahwa kolaborasi ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi dirancang sebagai kerja sama berkelanjutan yang berorientasi pada dampak.

“Alhamdulillah, kerja sama dengan BPRS HIK MCI telah berjalan selama dua tahun dengan total pendayagunaan zakat BPRS HIK MCI sekitar Rp 500 juta. Ini bukan sekadar penyaluran bantuan, tetapi upaya bersama untuk memastikan manfaat zakat dapat dirasakan secara luas dan tepat sasaran,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa program Save Our School merupakan salah satu bentuk konkret dari kolaborasi tersebut. Setiap penyaluran dilakukan melalui proses asesmen yang ketat guna memastikan kebutuhan paling mendesak dapat terpenuhi.

Dari hasil asesmen di TK ABA Minomartani, ditemukan kebutuhan utama berupa meja, kursi, dan loker untuk mendukung aktivitas belajar mengajar. Bantuan dengan nilai sekitar Rp11 juta pun disalurkan sebagai bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

Dari Zakat untuk Pendidikan: Kolaborasi BPRS HIK MCI dan LAZISMU DIY

Lebih jauh, Marzuki menyampaikan bahwa sinergi ini menjadi bagian dari strategi LAZISMU dalam memperluas jangkauan program secara nasional. Penyaluran bantuan tidak hanya dilakukan di wilayah perkotaan, tetapi juga diarahkan ke daerah dengan tingkat kebutuhan lebih tinggi seperti Gunungkidul dan Kulon Progo, hingga wilayah terdampak bencana di berbagai daerah di Indonesia.

Selain itu, kolaborasi ini juga telah melahirkan berbagai program sosial lainnya, seperti santunan difabel melalui HIDIMU, dukungan untuk driver AmbulansMu, program Peduli Guru, hingga beasiswa pendidikan seperti Beasiswa Mentari dan Beasiswa Sang Surya.

Direktur Operasional dan Kepatuhan BPRS HIK MCI, Mushoniful Agustian, menegaskan bahwa kemitraan dengan LAZISMU DIY merupakan bagian dari komitmen lembaganya dalam memperkuat kontribusi sosial berbasis komunitas.

“Melalui kerja sama ini, kami ingin memastikan bahwa setiap kontribusi yang dihimpun dapat memberikan dampak nyata. Kami berharap kolaborasi ini terus berkembang sehingga manfaatnya semakin luas,” ungkapnya.

Kolaborasi antara LAZISMU DIY dan BPRS HIK MCI menunjukkan bahwa sinergi lintas sektor mampu menghadirkan solusi berkelanjutan bagi permasalahan pendidikan di Indonesia. Dengan pendekatan kolaboratif ini, diharapkan semakin banyak lembaga yang terlibat dalam gerakan bersama untuk menciptakan akses pendidikan yang lebih merata dan berkualitas.

Ke depan, LAZISMU DIY berkomitmen untuk terus memperkuat kemitraan strategis dengan berbagai pihak, baik di tingkat lokal, nasional, maupun global, sebagai bagian dari upaya menghadirkan kebermanfaatan yang lebih luas bagi umat.

Berita Terakhir

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top
Sudah Berbuat Baik Hari ini?