Zakat tabungan Lazismu

Zakat Tabungan

Seperti halnya jenis harta yang lain, tabungan pun memiliki kewajiban untuk dikeluarkan zakatnya ketika telah memenuhi ketentuan yang berlaku. Namun masih banyak yang belum mengetahui apa saja yang termasuk ke dalam tabungan wajib dizakati dan bagaimana ketentuannya. Padahal seperti yang diketahui, zakat merupakan salah satu kewajiban yang disyariatkan oleh umat Muslim.

Pengertian Zakat Tabungan :

Zakat tabungan adalah zakat yang dikeluarkan dari tabungan kita selama tabungan tersebut berupa harta. Kriterianya adalah harta tersebut berbentuk uang, emas, dan atau perak yang merupakan milik pribadi dan dimiliki secara penuh. Selanjutnya ialah harta tersebut telah memenuhi batas wajib zakat dan sudah tersimpan minimal selama satu tahun. Tidak berarti semua tabungan yang dimiliki wajib dikenakan zakat, karena kembali lagi pada kriteria yang disebutkan.

Beberapa jenis tabungan yang wajib dikenakan zakat yaitu Simpanan Bank, Tabungan Pensiun, dan Kotak Simpanan (Safe Deposit Box)

Perhitungan Zakat Tabungan

Prinsip dasar perhitungan zakat adalah mengeluarkan 2,5% jumlah harta yang dimiliki. Nishab emas adalah 20 dinar yang setara dengan 85 gram emas murni, dan nishab perak adalah sebesar 200 dirham setara dengan 672 gram.

Sedangkan nishab uang mengikuti jumlah nishab emas yang telah disesuaikan dengan harganya saat itu. Misal harga emas saat itu sebesar Rp 500.000,00/gram, maka nominal tersebut dikalikan dengan nishab  85 gram. Jadi nishab uang yang perlu dikeluarkan zakatnya sebesar Rp 42.500,00.

Metode Zakat Tabungan

Metode Saldo Akhir

Cara ini adalah yang paling sering dipakai di Indonesia, dimana zakat dikeluarkan ketika saldo akhir tabungan dalam setahun telah memenuhi batas nishab. Jika awalnya belum memenihi batas namun pemilik terus menyimpan dana yang membuatnya mencapai nishab diakhir tahun, maka pemilik wajib mengeluarkan zakat sebesar 2,5%. Dan jika saldo akhir tidak mencapai batas nishab maka tidak wajib mengeluarkan zakat.

Metode Saldo Terendah

Hal ini mengambil pendekatan saldo terendah, dimana tabungan wajib dikenai zakat jika saldo terendahnya dalam setahun telah melebihi batas nishab.

Metode Saldo Rata-Rata

Metode ini paling sering digunakan setelah metode saldo akhir, dimana batas nishab dilihat dari nominal saldo rata-rata bulanan. Jika saldo rata-rata tersebut memenuhi batas nishab, maka pemilik wajib mengeluarkan zakat tabungan meskipun saldo akhir atau saldo terendahnya tidak mencapai batas nishab.

Berita Terakhir

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top