Muhammadiyah Siapkan Rumah Sakit Lapangan untuk Korban Gempa NTT
JAKARTA — Lebih dari sepuluh hari pascagempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), dampak kesehatan akibat bencana masih dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah. Berdasarkan hasil kaji cepat kesehatan, tercatat 70 korban jiwa, 876 kasus cedera, dan 38.862 jiwa pengungsi yang tersebar di tujuh kabupaten terdampak.
Merespons kondisi tersebut, Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) atau Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyiapkan dukungan tenaga kesehatan melalui Emergency Medical Team (EMT) Muhammadiyah.
EMT Muhammadiyah juga sedang mempersiapkan instalasi lengkap rumah sakit lapangan berstandar World Health Organization (WHO) di NTT. Fasilitas tersebut disiapkan untuk mendukung pelayanan kesehatan selama masa tanggap darurat pascabencana.
EMT Muhammadiyah Siapkan Rumah Sakit Lapangan
Ketua Emergency Medical Team (EMT) Muhammadiyah, dokter Corona Rintawan, menyampaikan persiapan tersebut pada Senin (24/8/2026).
Menurut Corona, EMT Muhammadiyah akan melakukan deploy atau penempatan sistem layanan kesehatan yang berstandar internasional dalam kondisi darurat pascabencana. Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah rumah sakit lapangan.
“Model EMT Type 1 fixed berstandar WHO untuk mendukung operasional Puskemas Dampek, di Manggarai Timur,” jelasnya.
Rumah sakit lapangan tersebut direncanakan memiliki masa tugas minimal selama 30 hari. Untuk mendukung operasionalnya, EMT Muhammadiyah akan mengirimkan dua rosterlist personel.
Rosterlist merupakan kelompok personel EMT yang terdiri atas berbagai tenaga dengan peran dan tugas masing-masing dalam pelayanan di lapangan.
“Masing-masing rosterlist terdiri dari 25 orang yang di dalamnya terdapat penempatan dokter, perawat, bidan, apoteker, psikolog, safety and security officer dan logistik. Jadi EMT ini ada komposisi peralatan dan sumber daya manusia, semuanya sesuai standar WHO,” jelas Corona.
Dengan demikian, dukungan EMT tidak hanya mencakup tenaga medis, tetapi juga personel pendukung serta peralatan yang dibutuhkan untuk menjalankan layanan kesehatan dalam situasi darurat.
Enam Tim EMT Muhammadiyah Telah Diterjunkan
Sebelumnya, Muhammadiyah telah menerjunkan sedikitnya enam tim Emergency Medical Team dalam respons bencana di NTT.
Tim awal yang diberangkatkan terdiri dari EMT Klinik Muhammadiyah Ende untuk wilayah Dampek, Manggarai Timur; EMT RS PKU Muhammadiyah Bima; Klinik ‘Aisyiyah Kupang; EMT Unismuh Makassar; EMT RS Muhammadiyah Lamongan; serta EMT Klinik Muhammadiyah Ende dan Klinik UNIMOF.
Keberadaan tim-tim tersebut menjadi bagian dari respons kemanusiaan Muhammadiyah untuk mendukung pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana.
Penempatan tenaga kesehatan juga disesuaikan dengan kebutuhan di wilayah terdampak, termasuk Puskesmas Dampek di Manggarai Timur yang menjadi salah satu lokasi dukungan EMT Muhammadiyah.
Lazismu Dukung Rumah Sakit Lapangan
Rumah sakit lapangan yang dipersiapkan EMT Muhammadiyah tersebut sepenuhnya mendapat dukungan dari Lazismu melalui program Indonesia Siaga.
Direktur Utama Lazismu Pusat, Barry Adhitya, mengatakan dukungan tersebut bersumber dari pendanaan masyarakat Indonesia melalui program Indonesia Siaga.
“Dana program Indonesia Siaga ini alhamdulillah dapat dimanfaatkan serapannya melalui EMT,” ujarnya.
Dukungan Lazismu terhadap EMT bukan kali pertama dilakukan. Dukungan tersebut telah diberikan sejak EMT dikukuhkan sebagai yang pertama di Indonesia.
Barry mengatakan Kementerian Kesehatan memberikan mandat terkait respons tersebut sehubungan dengan dampak yang dialami masyarakat pascagempa bumi di NTT.
Baca Berita Lainnya disini
Dukungan Layanan Kesehatan bagi Masyarakat Terdampak
Menurut Barry, dukungan terhadap EMT menjadi bagian dari peran Lazismu sebagai lembaga amil zakat dalam mendukung misi kemanusiaan melalui program Indonesia Siaga.
Melalui dukungan tersebut, Lazismu berharap manfaat layanan kesehatan yang diberikan EMT dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat yang terdampak gempa bumi di NTT.
Sementara itu, EMT Muhammadiyah terus mempersiapkan penempatan sistem layanan kesehatan dan rumah sakit lapangan untuk mendukung operasional pelayanan di wilayah terdampak, termasuk Puskesmas Dampek, Manggarai Timur.
Sumber Berita: Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat


