Jangkau Mualaf di Wilayah 3T, LAZISMU DIY bersama LDK PWM DIY Gelar Indonesia Mobile Clinic dan Dropping Air di Gunungkidul 

Jangkau Mualaf di Wilayah 3T, LAZISMU DIY bersama LDK PWM DIY Gelar Indonesia Mobile Clinic dan Dropping Air di Gunungkidul 

GUNUNGKIDUL — LAZISMU Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersama Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) PWM DIY menyelenggarakan program Indonesia Mobile Clinic (IMC) di Masjid An Nuur, Gunung Gambar, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Gunungkidul, Sabtu (24/10/26). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendekatkan pelayanan kesehatan dan bantuan kebutuhan dasar kepada masyarakat di wilayah terdepan, terpencil, dan tertinggal (3T), khususnya komunitas mualaf yang menghadapi keterbatasan akses layanan serta dampak kekeringan.

Mengusung tema “Merawat Iman, Menjaga Kesehatan, Menyambung Kehidupan: IMC untuk Mualaf 3T”, kegiatan ini memadukan pelayanan kesehatan gratis, penguatan keislaman, pemberian Al-Qur’an, pembagian sembako, serta penyaluran air bersih. Berdasarkan perencanaan program, kegiatan ini menyasar 65 penerima manfaat dari komunitas mualaf dan masyarakat sekitar, dengan dukungan penyaluran 10 tangki air bersih.

Jangkau Mualaf di Wilayah 3T, LAZISMU DIY bersama LDK PWM DIY Gelar Indonesia Mobile Clinic dan Dropping Air di Gunungkidul 

Program IMC merupakan salah satu bentuk pelaksanaan pilar kesehatan LAZISMU DIY. Melalui program ini, pelayanan diharapkan dapat menjangkau masyarakat secara lebih dekat, tidak hanya melalui pemeriksaan kesehatan, tetapi juga melalui edukasi, pendampingan spiritual, dan pemenuhan kebutuhan dasar. 

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan dari perwakilan PCM, Bp. Suparmin, LDK PDM, Ust. Sandi Rohman, S.Ag., LDK PWM DIY, Ananto Isworo, S.Ag.,  serta Perwakilan LAZISMU DIY, Maryono, S.Pd., M.T. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pengajian dan penguatan keislaman bagi komunitas mualaf, sebelum memasuki pelayanan kesehatan gratis bagi warga.

Jangkau Mualaf di Wilayah 3T, LAZISMU DIY bersama LDK PWM DIY Gelar Indonesia Mobile Clinic dan Dropping Air di Gunungkidul 

Selain pelayanan kesehatan dan bantuan sosial, peserta juga memperoleh bantuan Al-Qur’an dan sembako. Program IMC juga merespons persoalan kekeringan yang dihadapi masyarakat Gunung Gambar melalui penyaluran air bersih. Dalam pelaksanaannya, dropping air bersih ini dilakukan melalui kerja sama LAZISMU DIY dengan Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (DPD IMM DIY).

Kolaborasi tersebut menjadi bentuk sinergi antarlembaga Muhammadiyah dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar, terutama akses terhadap air bersih di tengah kondisi kekeringan. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban warga dan mendukung pemenuhan kebutuhan air untuk aktivitas sehari-hari.

Wakil Ketua Bidang Pendayagunaan dan Pendistribusian LAZISMU DIY, Maryono, S.Pd., M.T. , diharapkan dapat menegaskan pentingnya kehadiran program yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara menyeluruh. Program ini tidak hanya berorientasi pada pelayanan kesehatan, tetapi juga pada penguatan spiritual dan dukungan terhadap kebutuhan dasar warga.

“IMC saat ini dilaksanakan di daerah terpencil yaitu di Gunung Gambar. Kami dari LAZISMU DIY bekerja sama dengan lembaga dakwah khusus di Daerah istimewa yogyakarta dan kami berharap kegiatan semacam ini benar-benar bermanfaat karena kami akan melaksanakan secara rutin dan terjadwal. Kegiatan ini ada empat rangkaian  yang dilaksanakan yaitu pemeriksaan kesehatan, pendampingan keislaman, membantu dropping air dan pemberian sedikit sembako untuk saudara kita yang membutuhkan”, ujarnya.

Jangkau Mualaf di Wilayah 3T, LAZISMU DIY bersama LDK PWM DIY Gelar Indonesia Mobile Clinic dan Dropping Air di Gunungkidul 

Kolaborasi dengan LDK PWM DIY juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program, terutama dalam mendukung penguatan keislaman dan pendampingan komunitas mualaf di wilayah 3T. Melalui sinergi ini, pelayanan sosial dan pendampingan spiritual diharapkan dapat berjalan beriringan sesuai kebutuhan masyarakat.

“Pendampingan kepada komunitas mualaf tidak cukup hanya melalui penguatan pemahaman keislaman, tetapi juga perlu dibarengi dengan kepedulian terhadap kondisi sosial dan kebutuhan mereka. Kami berharap melalui program ini, para mualaf dapat merasakan dukungan, memperoleh pendampingan, dan semakin kuat dalam menjalani kehidupan sebagai bagian dari umat Islam,” ungkapnya.

Melalui Indonesia Mobile Clinic, LAZISMU DIY bersama LDK PWM DIY berupaya menghadirkan pelayanan yang lebih dekat dengan masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan ini menjadi ikhtiar bersama untuk merawat iman, menjaga kesehatan, dan menyambung kehidupan, sekaligus memperkuat kepedulian terhadap masyarakat di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan akses layanan dasar.

 

Berita Terakhir

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top
Sudah Berbuat Baik Hari ini?