Yogyakarta (6/11/25) – LAZISMU bersama Forum Zakat, PKBI Jakarta, dan UNFPA resmi bersinergi dalam Program Kawal Bumil, sebuah inisiatif kesehatan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan ibu hamil dan menekan angka kematian ibu dan bayi di wilayah Yogyakarta. Pertemuan koordinasi program ini diselenggarakan di Aula RS PKU Muhammadiyah Kotagede pada Kamis (6/11), dihadiri oleh perwakilan lembaga zakat, tenaga kesehatan, dan kader masyarakat.
Program Kawal Bumil merupakan upaya nyata LAZISMU dan mitra dalam memperkuat pendampingan ibu hamil melalui edukasi, pelatihan, dan advokasi lintas sektor. Program ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang mendukung ibu hamil agar dapat menjalani masa kehamilan secara sehat, aman, dan berdaya.
Dalam sambutannya, Bapak Dai Iskandar, M.Si, dari Badan Pengurus LAZISMU DIY, menekankan pentingnya kolaborasi lembaga sosial dalam membangun generasi emas bangsa.
“Program ini adalah bentuk ikhtiar bersama untuk melahirkan generasi unggul. Dari ibu yang sehat akan lahir anak-anak yang sehat dan menjadi kader emas di masa depan,” ujarnya.

Sementara itu, Dr. Desita, Direktur RSKIA PKU Muhammadiyah Kotagede, mengungkapkan apresiasi atas sinergi antara LAZISMU, Forum Zakat, PKBI, dan UNFPA.
“Ibu hamil tidak bisa sendirian, harus dikawal dari rumah, dari luar, dan oleh kita semua. Ibu hamil yang sehat akan melahirkan janin yang sehat,” jelasnya.
Dalam paparan program, Nur Alam Romadhon dan Ari selaku PIC Kawal Bumil menjelaskan bahwa kegiatan akan dilaksanakan melalui 17 sesi pelatihan selama kuartal IV tahun 2025, mencakup enam sesi untuk ibu hamil, tiga pelatihan tenaga kesehatan, tiga pelatihan kader, tiga sesi edukasi bagi pasangan usia subur dan remaja, serta dua kali advokasi bersama pemerintah desa.

Program ini menyasar berbagai kelompok seperti ibu hamil, pasangan usia subur, remaja, keluarga, kader, dan tenaga kesehatan. Melalui intervensi berjenjang, diharapkan program dapat menurunkan risiko kehamilan serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan ibu dan anak.
Dalam sesi diskusi, Ibu Mita dari Dinas Kesehatan menyoroti pentingnya sinkronisasi materi pelatihan dengan intervensi wilayah serta pemanfaatan buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak). “Peserta diharapkan tidak hanya hadir, tetapi juga aktif mengisi buku KIA agar data kesehatan ibu dan bayi tercatat dengan baik,” ujarnya.
Sementara Ibu Sulis dari Puskesmas Prubayan menambahkan, pelatihan akan difokuskan pada ibu hamil berisiko tinggi dengan pemetaan wilayah oleh puskesmas setempat. Ia juga mengingatkan agar ibu hamil yang belum melakukan pemeriksaan dapat segera didata dan mendapatkan pendampingan.

Peserta pertemuan sepakat untuk melakukan evaluasi rutin agar pelaksanaan Program Kawal Bumil dapat berjalan efektif dan sesuai kebutuhan di lapangan. Kolaborasi antara LAZISMU DIY, Forum Zakat, PKBI Jakarta, UNFPA, dan RS PKU Muhammadiyah Kotagede ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam membangun ekosistem kesehatan ibu dan anak yang lebih baik di Yogyakarta.
Program Kawal Bumil menjadi bukti komitmen LAZISMU dalam menghadirkan inovasi sosial yang berdampak dan berkelanjutan, dengan semangat mengawal kehidupan sejak dalam kandungan untuk mewujudkan generasi emas Indonesia.


