LAZISMU DIY Gelar Rapat Koordinasi Khusus Qurban 1446 H: Perkuat Konsolidasi dan Sinergi Data Wilayah

LAZISMU DIY Gelar Rapat Koordinasi Khusus Qurban 1446 H: Perkuat Konsolidasi dan Sinergi Data Wilayah

Yogyakarta – Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Muhammadiyah (LAZISMU) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sukses menyelenggarakan Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) Qurban 1446 H/2025 M yang bertempat di Aula Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY pada Sabtu, 24 Mei 2025. Rapat ini menjadi bagian dari langkah strategis untuk memperkuat koordinasi penghimpunan, pendistribusian, dan pelaporan qurban secara terintegrasi di seluruh wilayah DIY.

Acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Muhammad Dzaki, mahasiswa penerima Beasiswa Sang Surya batch#3. Dilanjutkan dengan pembukaan oleh Marzuki, S.E., Manager Regional LAZISMU DIY. Sambutan utama disampaikan oleh Purnomo, S.T., M.M., selaku Wakil Ketua Bidang Fundraising dan Kerjasama LAZISMU DIY.

LAZISMU DIY Gelar Rapat Koordinasi Khusus Qurban 1446 H: Perkuat Konsolidasi dan Sinergi Data Wilayah

Dalam sambutannya, Purnomo menekankan pentingnya koordinasi dan konsolidasi data qurban sebagai bagian dari penguatan kelembagaan LAZISMU. Rakorsus ini menitikberatkan pada tiga hal pokok, yaitu kebijakan pendistribusian, kebijakan pelaporan dan pencatatan keuangan, serta kebijakan pengelolaan sedekah daging.

Ia juga menyoroti pentingnya penerapan sistem satu pintu (one-gate system) dalam pendataan qurban. Hal ini dimaksudkan agar laporan yang disampaikan kepada pimpinan wilayah maupun lembaga eksternal seperti BAZNAS dapat lebih valid dan representatif terhadap total potensi qurban dari lingkungan Muhammadiyah DIY.

LAZISMU DIY Gelar Rapat Koordinasi Khusus Qurban 1446 H: Perkuat Konsolidasi dan Sinergi Data Wilayah

Dalam sesi diskusi, berbagai daerah menyampaikan masukan yang kemudian didata dalam bentuk spreadsheet. Salah satunya adalah dari LAZISMU Bantul yang menyampaikan bahwa sebagian besar Kantor Layanan (KL) belum aktif melakukan penghimpunan qurban karena hal itu sudah dilakukan oleh masjid masing-masing. Selain itu, mereka mengusulkan adanya penyusunan timeline persiapan minimal tiga bulan sebelum Idul Adha agar bisa persiapan bisa lebih matang.

Masukan lainnya menyebutkan bahwa rakorsus yang dilaksanakan terlalu mepet dengan hari H menyebabkan program lapangan kurang maksimal. Beberapa pihak mengusulkan agar ada rapat rutin tahunan serta kebijakan teknis yang lebih terstruktur. Selain itu, juga ditekankan perlunya pemetaan penerima manfaat serta sinergi antara wilayah, daerah, dan KL.

LAZISMU DIY Gelar Rapat Koordinasi Khusus Qurban 1446 H: Perkuat Konsolidasi dan Sinergi Data Wilayah

LAZISMU Wilayah menanggapi bahwa akan dibuat timeline tahunan untuk agenda Idul Fitri dan Idul Adha, serta akan melakukan pendataan off-balance sheet untuk hewan qurban yang tidak melalui transaksi langsung LAZISMU. Pendataan ini dilakukan bekerja sama dengan LPCR, PM, dan Majelis Tarjih untuk memperkuat validitas laporan qurban di lingkungan Muhammadiyah.

Acara ditutup dengan penyampaian hasil diskusi sebagai pijakan pelaksanaan operasional qurban 1446 H. Hasil rapat menyepakati bahwa pendataan potensi qurban akan dilakukan oleh wilayah secara kolektif dengan dukungan KL dan daerah, penyusunan timeline akan dijadikan kebijakan tahunan, serta pembentukan sistem pelaporan yang sederhana namun valid akan segera dirancang. Semua usulan dan masukan dari LAZISMU daerah akan dikompilasi dan dijadikan dokumen resmi sebagai acuan operasional Qurban 1446 H. Harapannya program qurban dapat berjalan lebih maksimal, terkoordinasi, dan memberi manfaat bagi masyarakat yang lebih luas.

“Mari sempurnakan ibadah Iduladha dengan berkurban melalui LAZISMU DIY. Salurkan kebaikan Anda untuk mereka yang membutuhkan. Info lebih lanjut dan kemudahan berkurban bisa Anda akses melalui lazismudiy.or.id atau jalankebaikan.id.”

Berita Terakhir

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top
Sudah Berbuat Baik Hari ini?