Lazismu Dirikan Rumah Oksigen untuk Warga Terdampak Karhutla Kalbar

Lazismu Dirikan Rumah Oksigen untuk Warga Terdampak Karhutla Kalbar

PONTIANAK — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat terus menjadi perhatian seiring meningkatnya titik panas yang berpotensi memperburuk kondisi kabut asap. Merespons situasi tersebut, Muhammadiyah Kalimantan Barat melalui dukungan Lazismu dalam program Indonesia Siaga mendirikan Rumah Oksigen sebagai ruang aman bagi masyarakat terdampak.

Rumah Oksigen tersebut disiapkan untuk membantu masyarakat mendapatkan udara yang lebih bersih serta akses oksigen sebagai bagian dari layanan pendukung kesehatan selama kondisi kabut asap akibat karhutla.

Selain mendirikan Rumah Oksigen, Muhammadiyah Kalimantan Barat bersama Lazismu juga terus menggalang donasi kemanusiaan untuk mendukung respons terhadap masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan.

Detail Karhutla Kalimantan Barat

Bencana kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat memiliki dampak dan risiko yang juga terjadi di sejumlah provinsi lain di Pulau Kalimantan.

Berdasarkan data SiPongi Kementerian Kehutanan hingga Minggu, 30 Agustus 2026, tercatat sebanyak 946 titik api secara nasional.

Sementara itu, berdasarkan siaran pers Kementerian Kehutanan pada 31 Agustus 2026, penanganan karhutla di sejumlah provinsi tercatat dengan jumlah lokasi terbanyak berada di Kalimantan Tengah sebanyak 21 lokasi.

Selanjutnya, penanganan dilakukan di Kalimantan Barat 16 lokasi, Sumatera Selatan 13 lokasi, Kalimantan Selatan 11 lokasi, Jambi 9 lokasi, Riau 8 lokasi, dan Kalimantan Timur 7 lokasi.

Data tersebut menunjukkan bahwa Kalimantan Barat menjadi salah satu wilayah yang mendapatkan perhatian dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan.

Baca Berita Lainnya disini

Ribuan Titik Panas Terdeteksi

Majelis Lingkungan Hidup (MLH) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Barat turut menyampaikan pernyataan sikap dan sejumlah desakan terkait penanganan karhutla di wilayah tersebut.

Desakan itu disampaikan menyusul meningkatnya jumlah titik panas di Kalimantan Barat, sebagaimana dilansir Pontianak Info pada 31 Agustus 2026.

Bersandar pada data yang dirujuk dari BMKG Kalbar dan BPBD Provinsi Kalimantan Barat, MLH menyebut terdapat ribuan titik panas yang tersebar di sejumlah wilayah.

MLH mencatat bahwa pada 29 Agustus 2026, jumlah titik panas mencapai 6.050 titik. Kondisi tersebut dinilai menunjukkan adanya peningkatan yang perlu segera diantisipasi.

Wilayah dengan konsentrasi titik panas tertinggi mencakup Kabupaten Ketapang, Kubu Raya, Kayong Utara, dan Melawi. Sejumlah wilayah tersebut diketahui memiliki kawasan ekosistem gambut yang rentan terhadap kebakaran bawah permukaan.

Dampak Kebakaran pada Ekosistem Gambut

Kondisi ekosistem gambut menjadi salah satu perhatian dalam penanganan karhutla di Kalimantan Barat. Kebakaran pada kawasan gambut tidak hanya berlangsung di permukaan tanah.

Panas dan bara api dapat tetap menyala di bawah permukaan tanah sehingga proses pemadaman menjadi lebih sulit apabila tidak segera ditangani dengan tepat.

Karena itu, meningkatnya titik panas di wilayah yang memiliki ekosistem gambut menjadi bagian penting dalam upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan.

Di sisi lain, kabut asap yang muncul akibat karhutla juga berdampak terhadap masyarakat yang berada di wilayah terdampak. Kondisi tersebut mendorong perlunya respons kemanusiaan untuk membantu masyarakat mendapatkan akses terhadap udara yang lebih bersih.

Lazismu Dirikan Rumah Oksigen untuk Warga Terdampak Karhutla Kalbar

Rumah Oksigen Lazismu untuk Warga Terdampak Asap

Sebagai bagian dari respons terhadap bencana kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat, Lazismu mendirikan Rumah Oksigen yang ditujukan sebagai ruang aman bagi masyarakat terdampak kabut asap.

Rumah Oksigen tersebut menyediakan ruang bagi masyarakat untuk mendapatkan udara yang lebih bersih dan oksigen sebagai layanan pendukung kesehatan di tengah kondisi kabut asap yang membahayakan.

Muhammadiyah Kalimantan Barat melalui dukungan Lazismu dalam program Indonesia Siaga juga terus menggalang donasi kemanusiaan.

Upaya tersebut dilakukan untuk mendukung penyediaan titik-titik Rumah Oksigen sekaligus membantu masyarakat yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.

Respons ini menjadi bagian dari upaya Muhammadiyah dan Lazismu dalam menghadirkan layanan kemanusiaan yang dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat terdampak karhutla di Kalimantan Barat.

Dukung Respons Karhutla Melalui Donasi

Masyarakat yang ingin ikut mendukung respons kemanusiaan dan penanganan bencana dapat berpartisipasi melalui donasi di Jalankebaikan.id.

Sumber: Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat

Berita Terakhir

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top
Sudah Berbuat Baik Hari ini?