Search

IMM Berkolaborasi dengan Lazismu DIY Wujudkan Ketahanan Pangan saat Pandemi

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Untuk memenuhi kebutuhan pangan di tengah pandemi covid-19, diperlukan kerjasama banyak pihak sehingga masyarakat dapat mencukupi ketersediaan pangan dengan mengembangkan lahan kosong sebagai lahan produktif. Seperti yang dilakukan oleh PC IMM Djazman Al Kindi kota Yogyakarta bersama Lazismu DIY dalam program Peresmian Lingkungan Hidup dan Pembangunan Berkelanjutan pada hari Sabtu, 28 Agustus 2021.

Program pemberdayaan lingkungan yang dilaksanakan di Kelompok Tani Dewasa (KTD) Ayem Tentrem Keparakan RT 54, kecamatan Mergangsang, Kota Yogyakarta. Di sana masyarakat akan mengelola lahan pertanian dan lahan perikanan yang didampingi oleh IMM bersama Lazismu DIY.

“KTD ini dibentuk pada tahun 2020 yang memanfaatkan lahan kosong sebagai lahan pertanian dan perikanan untuk program ketahanan pangan desa. Butuh pendampingan dan pelatihan, besar harapan ke depan akan dijadikan wahana edukasi yang dapat memberi efek perekonomian desa” ungkap lurah Keparakan, Rina Budi Prastiwi.

Membangun lahan produktif dengan memanfaatkan tanah dalam kota yang dijadikan sebagai kebutuhan dasar masyarakat setempat untuk mendapatkan asupan pangan seimbang di masa pandemi adalah bentuk visi misi program ketahanan pangan desa, di sisi lain memelihara alam dengan memanfaatkan tanam sayur juga memberikan dampak pada peduli lingkungan.

“Lazismu DIY juga konsentrasi pada program lingkungan, menjadi tugas besar bagi kita untuk peduli lingkungan, namun menyelamatkan bumi dengan menghidupkan tanah mati menjadi misi bersama agar kemanfaatan alam sesuai kebutuhan kita jangan terlalu tamak harus sesuai kebutuhan kita” ujar Badan Pengurus Lazismu DIY, Eka Yuhendri.

Ia juga menyebutkan bahwa pemanfaatan dana ZIS (Zakat, Infaq dan Shodaqoh) harus dioptimalkan sebaik mungkin. Dalam program pilar Lazismu, program pemberdayaan desa berbasis lingkungan ini menjadi program lintas antar pilar, pilar lingkungan dan pilar ekonomi karena memiliki dampak kesejahteraan terhadap warga desa setempat.

Dalam pembanguan lingkungan hidup berkelanjutan, menurut ketua MLH PDM Kota Yogyakarta, Heri Setiawan, ada tiga komponen yakni ekonomi, lingkungan dan sosial. Ketiganya saling berkaitan dan bersinergi seperti dalam Al Quran surat Al Anbiya ayat 107 menerangkan bahwa Islam adalah agama yang membawa rahmat bagi semesta alam. Yang artinya harus memberikan keselamatan dan kedamaian bagi alam semesta.

Menurut data BPS DIY, selama munculnya pandemi ada peningkatan jumlah penduduk miskin perkotaan. Pada Maret 2021 jumlah penduduk miskin di D.I. Yogyakarta bertambah menjadi 506,45 ribu orang. Dengan demikian, persentase penduduk miskin D.I. Yogyakarta pada Maret 2021 sebesar 12,80 persen. Sedangkan pada penduduk miskin di wilayah perkotaan meningkat sebanyak 5,5 ribu orang menjadi 358,66 ribu orang. Hal ini menjadi fokus gerakan pada pengembangan pendampingan desa dengan menerapkan pola pemanfaatan lahan produktif.

“Pembangunan lingkungan berkelanjutan dengan melihat peningkatan kemiskinan yang ada perlu adanya kolaborasi awal antara PC IMM Djazman Al Kindi kota Yogyakarta dengan Lazismu DIY. Melalui ekonomi berkelanjutan dan lingkungan berkelanjutan ini diharapkan dapat menjadi kawasan percontohan,” ungkap ketua umum PC IMM Djazman Al Kindi kota Yogyakrta, Baiq Sukma Cholifia. (Rizal/D)

Berita Terakhir

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top