40 Amil LAZISMU DIY Ikuti Sertifikasi Kompetensi, Ikhtiar Perkuat Profesionalisme Pengelolaan Zakat

40 Amil LAZISMU DIY Ikuti Sertifikasi Kompetensi, Ikhtiar Perkuat Profesionalisme Pengelolaan Zakat

SLEMAN — Menjadi amil bukan hanya tentang menjalankan tugas menghimpun dan menyalurkan zakat. Di balik amanah tersebut, terdapat tanggung jawab untuk terus belajar, meningkatkan kapasitas, serta memastikan pengelolaan dana umat dilakukan secara profesional dan dapat dipertanggungjawabkan. Semangat inilah yang menjadi bagian dari pelaksanaan Sertifikasi Kompetensi Amil yang diikuti oleh 40 amil pada Sabtu (5/9/2026).

Kegiatan ini adalah sertifikasi kompetensi amil perdana yang diselenggarakan LAZISMU Daerah Istimewa Yogyakarta bersama Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Muhammadiyah tersebut berlangsung di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Seni dan Budaya, Jalan Kaliurang KM 12,5, Klidon, Sukoharjo, Ngaglik, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.

Sertifikasi kompetensi amil menjadi salah satu langkah LAZISMU DIY untuk mendorong peningkatan kualitas sumber daya amil. Melalui proses ini, pengalaman yang telah dimiliki para amil dalam menjalankan tugas sehari-hari diperkuat dengan proses pengukuran kompetensi sesuai standar yang ditetapkan.

Uji kompetensi ini merupakan rangkaian final dari proses peningkatan kapasitas amil yang telah dilakukan sebelumnya. Rangkaian tersebut diawali melalui Sekolah Amil yang berlangsung selama dua bulan, yakni pada Mei hingga Juni 2026. Materi yang diberikan dalam Sekolah Amil disusun dengan mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), materi yang akan diujikan dalam sertifikasi kompetensi, serta kebutuhan yang dihadapi amil di lapangan.

Dengan demikian, proses uji kompetensi menjadi tahap akhir untuk mengukur sejauh mana pengetahuan dan kemampuan yang telah diperoleh peserta selama rangkaian peningkatan kapasitas tersebut dapat diterapkan dalam tugas keamilan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Sang Surya, serta tilawah Al-Qur’an. Selanjutnya, peserta mendapatkan sambutan dari Ketua Badan Pengurus LAZISMU DIY, Jefree Fahana, S.T., M.Kom., serta Direktur LSP Muhammadiyah, Dr. Filosa Gita Sukmono, M.A., yang sekaligus membuka secara resmi kegiatan sertifikasi kompetensi.

40 Amil LAZISMU DIY Ikuti Sertifikasi Kompetensi, Ikhtiar Perkuat Profesionalisme Pengelolaan Zakat

Dalam sambutannya, Jefree menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia mengingatkan bahwa proses peningkatan kapasitas merupakan bagian penting dari perjalanan seorang amil dalam menjalankan amanah.

“Semakin kita mencari ilmu, insyaallah Allah akan memberikan derajat kepada kita,” ujar Jefree.

Menurutnya, sertifikasi bukan sekadar proses untuk memperoleh pengakuan kompetensi. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas, daya tahan, serta kepercayaan diri para amil dalam mengelola lembaga zakat.

“Harapannya, dalam proses peningkatan kapasitas ini tentu akan meningkatkan daya tahan teman-teman amil, membangun kapasitas serta kepercayaan diri bagaimana mengelola lembaga zakat,” jelasnya.

Jefree juga mengajak para peserta untuk menjadikan proses sertifikasi sebagai bagian dari ikhtiar meningkatkan kualitas diri. Ilmu yang diperoleh, menurutnya, harus dapat diterapkan dalam menjalankan pekerjaan dan pada akhirnya memberikan dampak bagi masyarakat.

Ia pun mengingatkan pentingnya membangun niat dalam mengikuti proses tersebut. “Mari sama-sama diniatkan semata-mata karena Allah Subhanahu wa Ta’ala, sehingga ilmu yang kita dapatkan hari ini dapat memberikan dampak kepada masyarakat,” tuturnya.

40 Amil LAZISMU DIY Ikuti Sertifikasi Kompetensi, Ikhtiar Perkuat Profesionalisme Pengelolaan Zakat

Sementara itu, Direktur LSP Muhammadiyah, Dr. Filosa Gita Sukmono, M.A., menyampaikan bahwa sertifikasi menjadi bagian penting dalam memberikan pengakuan terhadap kompetensi sumber daya manusia di lingkungan Muhammadiyah.

Filosa menjelaskan, seseorang yang selama ini menjalankan tugas sebagai amil tentu memiliki pengalaman dan kemampuan yang diperoleh dari proses kerja. Namun, pengalaman tersebut perlu diperkuat melalui proses sertifikasi agar kompetensi yang dimiliki mendapatkan pengakuan dari pihak ketiga.

“Kita mengaku sebagai amil, tetapi itu hanya kita sendiri yang mengakui. Kita butuh pengakuan pihak ketiga,” ungkapnya.

Menurut Filosa, LSP Muhammadiyah hadir sebagai bagian dari upaya mendorong peningkatan kompetensi sumber daya manusia Muhammadiyah melalui sertifikasi profesi. Proses uji kompetensi menjadi ruang bagi peserta untuk menunjukkan kemampuan yang telah dimiliki sekaligus mengukur kesesuaiannya dengan standar kompetensi.

Ia berharap sertifikasi kompetensi amil dapat menjadi momentum bagi para peserta untuk terus berkembang dan meningkatkan kualitas profesionalnya. Kompetensi yang semakin baik diharapkan dapat berjalan beriringan dengan penguatan tata kelola lembaga dan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat.

“Selamat melaksanakan uji kompetensi hari ini. Untuk asesor, selamat bertugas, dan untuk peserta silakan dipersiapkan hal-hal yang nanti bisa menunjukkan bahwa Bapak Ibu kompeten di skema tersebut,” pesannya.

Setelah pembukaan, 40 peserta kemudian mengikuti penjelasan teknis sertifikasi kompetensi yang disampaikan oleh Afifah Nur Isnaini, S.IP. Pada sesi tersebut, peserta mendapatkan penjelasan mengenai mekanisme, tahapan, serta berbagai hal yang perlu dipersiapkan dalam mengikuti proses uji kompetensi.

40 Amil LAZISMU DIY Ikuti Sertifikasi Kompetensi, Ikhtiar Perkuat Profesionalisme Pengelolaan Zakat

Bagi LAZISMU DIY, peningkatan kapasitas amil merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya membangun pengelolaan zakat yang semakin profesional. Sebab, amanah yang dikelola oleh amil bukan hanya berkaitan dengan administrasi dan program, tetapi juga menyangkut kepercayaan masyarakat yang menitipkan zakatnya untuk memberikan manfaat kepada sesama.

Melalui Sertifikasi Kompetensi Amil, LAZISMU DIY berharap lahir amil-amil yang semakin kompeten, profesional, dan berintegritas. Dengan kapasitas yang terus bertumbuh, pengelolaan zakat diharapkan semakin amanah dan mampu menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Berita Terakhir

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top
Sudah Berbuat Baik Hari ini?