Gunungkidul – Dalam rangka menyambut Idul Adha 1446 H, Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Umbulharjo bekerja sama dengan Lembaga Amil, Zakat, Infaq, dan Sedekah (LAZISMU) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM), dan Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) Umbulharjo dalam menyelenggarakan kegiatan Safari Qurban dan Bakti Sosial di Masjid Al-Fajri, Jati, Candirejo, Semanu, Gunung Kidul. acara yang berlangsung pada Minggu, 8 juni 2025 ini tentu menjadi momen yang sangat luarbiasa serta berkesan bagi masyarakat semanu.
Doa bersama mengawali acara sebelum akhirnya dilanjutkan dengan penyembelihan tiga ekor kambing serta 1 sapi hewan kurban. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pengajian bersama Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan diakhiri dengan pendistribusian daging qurban kepada masyarakat sekitar. Banyak warga setempat merasa senang dengan adanya penyembelihan kurban ini karena telah membawa manfaat langsung bagi lingkungan sekitar masjid.

Ketua Takmir Masjid Al-Fajri Kasman, menyampaikan ucapan terima kasih yang begitu mendalam karena kehadiran dan keperdulian LAZISMU DIY.
“Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan dan kepercayaan LAZISMU yang dari Yogyakarta jauh-jauh menyasar ke tempat kami yang terlihat begitu terpencil ini. Kami percaya Allah SWT akan memberi balasan yang melimpah kepada LAZISMU maupun semua personil yang hadir pada hari ini,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Pak Wasina, tokoh masyarakat Jati dan Ketua RW setempat yang juga pendiri Jama’ah Al-Fajri sejak tahun 1992, turut menyampaikan apresiasi. Ia menuturkan bahwa saat awal berdiri, jama’ah masjid hanya terdiri dari 8 kepala keluarga dengan 21 jiwa, dan kini telah berkembang menjadi 42 kepala keluarga dengan 129 jiwa.

Menurutnya, kegiatan dari LAZISMU ini merupakan bentuk perhatian yang luar biasa bagi wilayah yang kecil dan terpencil seperti jati.
“Kami Jama’ Al-Fajri mengucapkan banyak terima kasih. Semoga semuanya menjadi amal ibadah dan jangan diputus sekali ini, mari lanjutkan silaturahmi di masa mendatang,” ungkapnya.
Ia juga mengajak agar silaturahmi tidak berhenti sampai di sini saja dan terbuka bagi siapa pun yang ingin berkunjung kembali ke Jama’ah Al-Fajri. Ia menjelaskan bahwa meskipun penduduk di Jati sedikit, masyarakat hidup rukun dan tentram. Di wilayah tersebut terdapat satu masjid, satu gereja Kristen Baptis, satu gereja Kristen Pentakosta, dan satu kapel Katolik. Semua hidup berdampingan tanpa ada masalah berarti, mencerminkan harmoni antar umat beragama di pedesaan.

Sebagai penutup, kegiatan ini bukan sekadar acara tahunan, melainkan menjadi simbol semangat pengorbanan, kepedulian sosial, dan ukhuwah Islamiyah yang menjadi inti dari Hari Raya Idul Adha. Semangat berbagi melalui ibadah kurban ini diharapkan terus mengalir ke pelosok-pelosok negeri sebagai wujud cinta kepada sesama dan pengabdian kepada Allah SWT.


