Produksi Mocaf Hanya Satu Persen, Lazismu DIY dan MPM PWM DIY Bangun Rumah Pengering Mocaf

Gunungkidul (16/1) – Menjadi wilayah dengan produksi singkong terbesar, Gunungkidul mencatat sebesar 800 ton pada tahun 2021, namun hanya satu persen diproduksi menjadi tepung Mocaf. Lazismu DIY dan MPM PWM DIY bangun rumah pengering mocaf dengan harapan dapat meningkatkan produksi tepung Mocaf dengan nilai jual tinggi

Dalam acara Focus Group Discussion (FGD) Rintisan Eduwisata Dusun Singkong Gunungkidul, dihadiri oleh perwakilan Dinas Pertanian dan Pangan, Dinas Parawisata, Dinas Pendidikan Gunungkidul, wakil ketua PWM DIY, Ketua Lazismu DIY, PDM Gunungkidul, dan juga perangkat desa Tanjungsari di Balai Padukuhan Kemiri, desa Kemiri, Kecamatan Tanjungsari, kabupaten Gunungkidul

Produksi Mocaf Gunungkidul saat ini berkisar 28 ton/tahun atau 3,5 ton/bulan, dengan asumsi 3 kg ubi kayu menjadi 1 kg Mocaf, maka baru 100 ton/tahun atau 12 ton/bulan ubi kayu yang terserap setiap bulannya. Artinya masih banyak peluang bahan baku produksi Mocaf yang belum terserap

“Tanjungsari salah satu penghasil singkong terbesar, sebelumnya singkong dibuat gaplek dengan nilai jual rendah dan sekarang jadi tepung Mocaf dengan nilai jual tinggi. Masalah lain, pangsa pasar belum terbuka dan terjalin kerja sama, selain itu SDM di tingkat produsen masih perlu ditingkatkan” kata Diana perwakilan Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul

Kendala lain dalam produksi Mocaf adalah bagian pemasaran, kampanye Mocaf sebagai makanan sehat masih perlu digalakkan. Konsumen juga sebagai tujuan pasar belum mengkonsumsi olahan pangan berbasis Mocaf, dan harganya belum kompetitif degan tepung terigu

Agus Amin Syaifuddin ketua MPM DIY menyampaikan bahwa potensi alam Gunungkidul menjadi sasaran para wisatawan untuk datang. Dalam setiap tahun bahkan waktu pandemi covid, Gunungkidul tingkat kunjungan wisata masih tetap tinggi. Hal ini perlu jadi solusi terkait pemasaran Mocaf sebagai olahan singkong

Melalui program pemberdayaan masyarakat di Tanjungsari bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan juga wisata di Gunungkidul. “Angka pertumbuhan ekonomi dari pertumbuhan wisata Gunungkidul, ketika ada pasar berkelanjutan dan ada pemberdayaan masyarakat” kata Arif Dinas Parawisata Gunungkidul

Apresiasi program pengembangan Mocaf sebagai pemberdayaan ekonomi datang dari Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, dan juga Parwoto wakil ketua PWM DIY. “Menjelang Musywil PWM DIY pada bulan februari, PWM apresiasi sebesar-besarnya untuk MPM melalui program pemberdayaan ekonomi umat. Kehadiran MPM jadi obat betul-betul memberdayakan ekonomi, ini bentuk wujud islam rahmatan lil alamin” katanya

Pengelolaan dana umat yang dikelola Lazismu DIY sebagain digunakan untuk pemberdayaan ekonomi. Menginisiasi gagasan di dusun Kemiri dengan kerja sama stakeholder dalam memaksimalkan program, dan juga menjadi tanggung jawab Lazismu DIY kepada muzaki atau donatur

“Dalam rangka pemberdayaan ekonomi umat, Lazismu DIY memberikan bantuan untuk mengembangkan program Mocaf. Insyaallah dana zakat, infak dan Sedekah akan jadi barokah dan juga jadi laporan kepada muzaki atas penggunaan dana tersebut” kata ketua Lazismu DIY, Cahyono

Berita Terakhir

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top