Peresmian Rumah Singgah Pasien Sebagai Amal Usaha baru Muhammadiyah

Sleman – Meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan Lazismu bersama MPS PWM DIY meresmikan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) baru di DIY bidang sosial-kesehatan berupa rumah singgah pasien Senin (8/11) di Sinduadi, Mlati, Sleman.

Tujuan berdirinya rumah singgah pasien sebagai penguatan layanan kesehatan untuk membantu kaum dhuafa yang berasal dari luar daerah atau jarak tempuh jauh ke rumah sakit yang kesulitan mendapatkan penginapan sementara saat berobat ke Yogyakarta.

Pengalihan fungsi sebelumnya merupakan gedung Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman kemudian di renovasi ulang sehingga membentuk gedung dengan perlengkapan alat kesehatan untuk menjalankan aktivitas organisasi dalam pelayanan rumah singgah pasien.

“AUM baru berupa pendirian rumah singgah ini masuk rangkaian gerakan Ambulan Muhammadiyah, selama ini ketika ada pasien dari luar daerah jogja rujukan ke tempat lembaga lain dan tidak semua pasien mampu tergolong kaum dhufa untuk membayar. Berdirinya rumah singgah pasien ini memberikan problematika pasien untuk mendapatkan fasilitas layanan kesehatan gratis” ujar Ridwan Furqoni ketua MPS PWM DIY.

Ambulan yang dimiliki Muhammadiyah ini selalu memberikan layanan pengantaran pasien ke rumah sakit rujukan hingga keluar daerah dan membutuhkan waktu lama sampai mendapatkan pengobatan di rumah sakit maka diperlukannya tempat penginapan sementara untuk pasien dengan pendampingan kesehatan yang layak.

Saat ini Muhammadiyah DIY sudah memiliki ambulan di 56 titik tersebar di wilayah DIY dengan jumlah armada ambulan sebanyak 70, merupakan armada yang dimiliki oleh PCM, AUM hingga AMM yang berafiliasi dengan Lazismu.

Selain peresmian rumah singgah pasien juga meresmikan klinik PKU Surya Melati sebagai tempat berobat nya para pasien yang membutuhkan layanan kesehatan. Acara di resmikan dengan penyerahan simbolisasi dari Lazismu ke MPS kemudian potong pita yang dipotong oleh ketua PWM DIY Gita Danupranata.

“Ini menjadi bukti spiritualitas kita dengan berdirinya AUM sebagai teologi Al Maun, menjadi kerjasama yang baik mulai dari pusat sampai tingkat ranting untuk melayani umat sebagai inspirasi di program kesehatan untuk membantu kepada siapapun” kata ketua PWM DIY, Gita Danupranata.

Rumah singgah sebagai sarana untuk kebutuhan pasien untuk mendekatkan pasien dengan rumah sakit rujukan, sekaligus menjadi sarana dukungan perawatan sehingga tidak menjadi beban selama menajalani pengobatan. “Rumah singgah pasien jadi alternative sebagai tempat pendampingan sementara, semoga layanan ini menjadi amal sholeh untuk kita” ujar Mahli Zaenuddin, ketua Lazismu Pusat.

Berita Terakhir

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top