Pelayanan dan Keramahan Terhadap Kelompok Difabel Adalah Wujud Keimanan

MUHAMMADIYAH.ID, JAKARTA – Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu’ti mengungkapkan bahwa perhatian Muhammadiyah terhadap kelompok difabel kini semakin baik.

Pasca Muktamar ke-47 di Makassar, perhatian itu diwujudkan melalui terciptanya Fikih Difabel dan berbagai kegiatan lain dari Majelis Pelayanan Sosial (MPS) dan Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM).

Meskipun Muhammadiyah sudah melakukan berabagai macam program untuk membersamai dan memberdayakan mereka, Muhammadiyah menurut Mu’ti perlu terus meningkatkan dukungan terhadap kelompok difabel.

“Banyak sekolah-sekolah kita membuka kelas-kelas layanan untuk para difabel, tapi jumlahnya masih sangat terbatas. Padahal seiring dengan waktu, ketika kita ingin memperbaiki pelayanan bublik dan ketika kita ingin meghormati manusia sepenuhnya dengan full respect dan sincerity maka tentunya Muhammadiyah bisa berbuat lebih banyak lagi,” tutur Mu’ti.

Dalam siaran Kolak TVMU, Rabu (5/1) Mu’ti mendorong semua Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) hingga tempat ibadah yang dimiliki Persyarikatan terus berbenah agar ramah difabel.

Organisasi otonom (Ortom) di Muhammadiyah, menurutnya juga perlu bersinergi dengan MPM dan MPS agar gaung pelayanan terhadap kelompok ini makin luas.

“Mereka adalah hamba Allah yang diciptakan dengan segala kesempurnaannya meskipun mungkin berbeda dengan kita pada umumnya,” kata Mu’ti.

“Inilah tugas mulia yang harus kita lakukan bersama-sama dan pesan Alquran (Al-Isra’ ayat 70) adalah pangilan teologis untuk membantu difabel dengan pendampingan yang penuh kasih sayang,” pungkasnya. (afn)

Berita Terakhir

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top