Menjadi Relawan, Penerima Beasiswa Sang Surya Lazismu DIY Mengikuti Pelatihan

Yogyakarta (4/11) – Menjadi bagian rangkaian program Beasiswa Sang Surya Lazismu DIY, ketujuh penerima beasiswa mengikuti pembekalan materi untuk penunjang menjadi relawan di Lazismu selama satu tahun. Pembukaan pelatihan relawan diawali dengan materi Al Islam dan Kemuhammadiyahan yang berlangsung secara online

Pelatihan akan dilaksanakan selama empat kali dengan berbagai materi seperti penguatan Ideologi Muhammadiyah, kepemimpinan organisasi, kelazismuan, dan jurnalistik. Pembekalan materi kepada penerima beasiswa untuk memenuhi kewajiban dan haknya mendapatkan pendampingan dari Lazismu DIY, yang mana nantinya akan menjadi warna gerakan Lazismu dalam bidang filantropi

“Melihat potensi yang dimiliki mahasiswa saat ini perlu dikembangkan, diasah agar lebih kreatif kembali. Mahasiswa akan bersinggungan langsung dengan masyarakat umum dan menyuarakan kepentingan Lazismu sebagai lembaga sosial. Ini menjadi tugas dan komitmen bersama” kata Jefree Fahana selaku sekretaris Lazismu DIY

Pendampingan untuk menjadi relawan dengan mengikuti kegiatan Lazismu, memberikan laporan aktifitas studi dan juga memonitoring evaluasi pelaksanaan program. Selama mendapatkan fasilitas dengan biaya penuh SPP kuliah selama dua semester, peserta juga akan mendapatkan penambahan wawasan sosial

Menjadi program perkaderan melalui kegiatan beasiswa kepada mahasiswa, Lazismu telah menyasar program ke kalangan mahasiswa yang diharapkan dapat membantu keringanan beban tanggungan biaya kuliah. “Program beasiswa dengan menjalankan pendampingan berupa pelatihan dan pembekalan materi wawasan umum, sangat berharap akan membantu berjalannya dakwah Muhammadiyah dengan kreatifitas mahasiswa” ujar Rizal Firdaus selaku Staf Divisi Program Lazismu DIY

Pada materi pertama yang disampaikan oleh ust. M. Wiharto, S.Sy., S.Pd.I., MA dengan judul Dari Al Mau ke Trisula Muhammadiyah, menjelaskan sejarah perkembangan dakwah sosial Muhammadiyah sejak awal berdiri hingga sekarang. Perbedaan Muhammadiyah Abad Pertama dan Muhammadiyah Abad Kedua

“Kini di awal abad kedua usianya Muhammadiyah melalui mencanangkan apa yang disebut dengan Trisula Baru Gerakan Muhammadiyah, yaitu: Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM), Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dan Lembaga Amil Zakat, Infak dan Shadaqah (Lazismu). Ketiganya merupakan pengejawantahan dari jati diri asli gerakan” kata ust. Wiharto dalam menyampaikan materinya

Berita Terakhir

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top