Lazismu DIY Tanam 1000 Mangrove Sebagai Nilai Pemberdayaan

Bantul – Menjalankan program lingkungan, Lazismu DIY melakukan aksi peduli alam dengan menanam 1000 pohon mangrove di wilayah konservasi mangrove Baros, kab. Bantul, Rabu (22/12) untuk pelestarian lingkungan alam dan mengangkat nilai pemberdayaan masyarakat secara ekonomis.

Program aksi peduli lingkungan melatar belakangi meningkatnya konsentrasi gas karbondioksida dan gas lainnya di atmosfer menyebabkan terjadinya efek gas rumah kaca sehingga dalam jangka waktu yang lama akan ada perubahan pada iklim dan kerugian dampak negatif dalam semua sektor termasuk ekonomi.

Selain dapat mengurangi emisi karbon, pohon mangrove dapat dijadikan nilai ekonomis dengan memanfaatkan sumber daya alam oleh masyarakat terutama nelayan sehingga akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di pesisir pantai.

“Situasi dan kondisi alam sudah sangat memprihatinkan, perlu kontribusi besar terhadap lingkungan oleh karenya Lazismu mempunyai pilar lingkungan namun program penanaman mangrove ini tidak hanya sekedar tanam saja harus juga ada pemberdayaan masyarakat” Ujar Jefree Fahana, Badan Pengurus Lazismu DIY

Dalam imbuhannya, mengajak lembaga filatropi seperti Lazismu untuk memperhatikan dan berikan kesadaran akan menjaga alam, menjadikan nafas lingkungan sebagai gerakan penyelamatan bumi.

Program rehabilitasi mangrove dapat berikan kontribusi besar secara nasional, menurut Rudi Suharta Kabid Pengolahan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul, pemberdayaan selanjutnya harus melihat nilai ekonomis sehingga adanya keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan. “Kita harus ciptakan nilai ekonomis untuk program kelestarian alam” imbuhnya.

Program rehabilitasi mangrove memiliki tiga kegiatan, yaitu dengan cara memulihkan, meningkatkan dan mempertahankan. Program memulihkan dengan penanaman bibit mangrove dan bersih-bersih pantai, kemudian program meningkatkan, yaitu dengan persemaian atau pengembangan bibit dan perluasan lahan penanaman mangrove, dan program mempertahankan dengan cara mengedukasi, sosialisasi, penyuluhan dan memberdayakan masyarakat agar mendapatkan nilai berguna.

Tanaman mangrove ini memiliki nilai kebermanfaatan cukup tinggi sehingga perlu melibatkan kajian mendalam dari banyak pihak, Lazismu DIY menggandeng kampus melalui lembaga PSMBP UAD dan Pusat Studi Energi dan Lingkunagn UAD untuk mensukseskan program pemberdayaan secara nyata.

“Pilar lingkungan dengan menanam pohon mangrove ini bukti bahwa Lazismu punya program kreatif dan variatif, ini akan menjadi wahana edukasi oleh PSMBP UAD dan studi energi dan lingkungan UAD. Potensi ini akan jadikan lahan kita untuk beramal dan berpraktek jadi Ortom, PDM dan majelis yang terkait ikut berkontribusi, ini menggambarkan kegiatan lintas batas” kata Ketua PWM DIY, Gita Danupranata.

Launching program aksi peduli lingkungan Lazismu penanaman 1000 mangrove, dihadiri elemen pemerintah daerah setempat, majelis dan lembaga Muhammadiyah tingkat wilayah dan daerah, Lazismu daerah se-DIY, Ortom tingkat wilayah dan pusat studi bencana dan lingkungan UAD.

Tujuan program penanaman pohon mangrove sebagai upaya untuk mengembalikan ekosistem laut, memulihkan dan meningkatkan fungsi lindung, juga sebagai pemberdayaan ekonomi masyarakat dan juga sebagai dakwah lingkungan hidup akan pentingnya menjaga alam sekitar.

Penyerahan simbolisasi dilakukan oleh ketua PWM DIY bapak Gita Danupranata di dampingi Lazismu DIY bapak Jefree Fahana, ke pihak KP2B Baros untuk menindaklanuti program selanjutnya, kemudian dilaksanakannya penanaman perdana oleh semua tamu undangan yang hadir.

Berita Terakhir

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top