Lazismu DIY Menerima Program Sosial Bank Indonesia

D.I. Yogyakarta – Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY berkolaborasi dengan Pemda DIY, Pemerintah Kabupaten Sleman, Perbankan Syariah, Badan Wakaf Indonesia DIY, Hebitren DIY, Yayasan Edukasi Wakaf Indonesia (YEWI) DIY, Dewan Masjid Indonesia (DMI) DIY, dan 12 Lembaga Amil Zakat cabang DIY salah satunya Lazismu D.I.Yogyakarta, menyelenggarakan Jogja berwakaf 2021.

Jogja berwakaf 2021 merupakan puncak dari rangkaian kegiatan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah yang dilaksanakan sepanjang 2021. Dalam acara tersebut Bank Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Sleman dan 12 Lembaga Amil Zakat cabang DIY juga meresmikan aplikasi LAZ Terpadu – jogjaberbagi.id.

System ini merupakan system penggalangan dan penyaluran dama ZISWAF yang di kelola oleh LAZ yang diterintegrasikan dengan system informasi manajemen penanggulangan kemiskinan kabupaten Sleman, sehingga penyaluran dana lebih terarah, terkorrdinasi dan terdata dengan baik.

Deputi direktur BI DIY Miyono mengatakan, “melalui gelaran berbagai rangkaian kegiatan diharapkan akan terbentuk ekosistem pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di DIY yang terkoordinasi dan berkelanjutan serta meningkatkan literasi ekonomi syariah masyarakat DIY”.

“Tidak hanya pada sisi keuangan, Jogja Berwakaf juga berfokus pada pengembangan usaha syariah pada sektor riil untuk mendukung akselerasi pertumbuhan sehingga dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif,” kata Miyono Selasa 16 November 2021.

Sri Sultan Hamengku Buwono X, disampaikan bahwa wakaf, bersama dengan zakat, infaq, dan sedekah dapat berperan sebagai pembiayaan baru untuk pengembangan ekonomi daerah.

Dalam Opening Remarks oleh Gubernur DIY – Sri Sultan Hamengku Buwono X, disampaikan bahwa wakaf, bersama dengan zakat, infaq, dan sedekah dapat berperan sebagai pembiayaan baru untuk pengembangan ekonomi daerah. Selama ini pelaksanaan dan pengelolaan wakaf masih kurang optimal, serta seringkali dikaitkan dengan benda tidak bergerak seperti tanah atau bangunan. Hal ini disebabkan masih rendahnya literasi wakaf dan minimnya partisipasi wakaf oleh masyarakat. Pemanfaatan masih terpaku pada pemahaman lama, yakni untuk wakaf untuk madrasah, masjid, dan makam. Namun, kini wakaf mulai dikembangkan dalam bentuk lain yakni wakaf uang untuk mengembangkan harta produktif untuk generasi yang akan datang. Hal ini relevan dengan tujuan wakaf, baik dari aspek manfaat, pelayanan, dan pendayagunaannya.

“Pemda DIY mengapresiasi program pengembangan ekonomi syariah yang telah digagas Bank Indonesia dalam Jogja Berwakaf dan mendukung sepenuhnya serta siap bersinergi dengan stakeholders terkait dalam pengoptimalan pemanfaatan wakaf,” ucap Sultan.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Sugeng dalam keynote speech menyampaikan komitmen Bank Indonesia dalam pengembangan ekonomi dan syariah nasional yang dilakukan secara komprehensif melalui pendekatan ekosistem. Sesuai Blueprint Kebijakan Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia, terdapat 3 strategi utama dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, yakni melalui pemberdayaan ekonomi syariah, pendalaman pasar keuangan syariah, dan penguatan riset.

Dalam kesempatan tersbut Bank Indonesia juga memberikan program sosial kepada 12 LAZ cabang DIY yang salah satunya Lazismu DIY yang menerima program sosial vaksinasi jogja berwakaf. Marzuki Manager Regioanl Lazismu DIY mengatakan program kolaborasi Bank Indonesia bersama Lazismu dalam kegiatan Vaksinasi adalah salah satu program dalam mendukung pemerintah untuk menciptakan herd immunity untuk mencegah penyebaran covid-19.

“Kami Lazismu DIY mengucapkan terimkasih kepada Bank Indonesia telah di percaya untuk menyalurkan program sosial Bank Indonesia juga menjadi bagian dari 12 LAZ yang berkolaborasi dalam aplikasi Jogjaberbagi.id. Harapanya 12 LAZ ini bisa saling bekerjasama untuk menanggulangi kemisikinan di Yogyakarta.” Imbuhnya.

Berita Terakhir

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top