Lazismu DIY dan MPKS PWM DIY Bentuk Bimbelmu Pusaka, Program Pendampingan Anak Yatim Piatu Dhuafa Raih Cita-Cita

Yogyakarta (6/9) – Untuk meningkatkan kualitas belajar anak, Lazismu DIY dan Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) PWM DIY bentuk Bimbelmu Pusaka sebagai wadah pendampingan untuk anak yatim piatu dan dhuafa raih cita-citanya

Program bimbingan belajar merupakan aktivitas belajar tambahan yang dilakukan di luar jam sekolah untuk anak-anak siswa SD kelas 5 dan 6, sebanyak 13 anak mengikuti program yang nantinya akan berjalan sampai lulus SD. Tujuan untuk membekali anak meraih cita-citanya dengan termotivasi untuk terus belajar

Berjalan baru tiga pekan ini, Bimbelmu Pusaka berlokasi di Masjid Al Ikhlas Jl. Taman Siswa, Wirogunan, Mergangsan, Kota Yogyakarta, Bimbel gratis untuk anak dhuafa ini, dilaksanakan tiga kali pertemuan dalam satu pekan. Mata pelajaran yang diajarkan berupa English, Math, dan Science

“Anak-anak mendapatkan akses pembelajaran yang berkualitas, dan berharap dapat diterima di sekolah favorit yang dituju meraih beasiswa dengan biaya lebih murah,” kata Ilham Lukmanul Hakim Koordinator Program Balai Kesejahteraan Sosial Anak (BKSA) MPKS PWM DIY

Relawan menjadi pembimbing dengan menjelaskan materi yang dimengerti oleh siswa, kemudian diberikan latihan dan tugas. Salah satu mata pelajaran English diajarkan bertujuan agar anak terbiasa berbahasa Inggris. “Meskipun di SD bahasa inggris belum diujikan, anak dilatih agar terbiasa,” katanya

Program pendampingan anak yatim piatau dhuafa antara Lazismu DIY dengan MPKS PWM DIY, miliki program-program unggulan seperti, Orang Tua Asuh Bidang Pendidikan, adalah program untuk yatim piatu berupa dampingan biaya SPP bualanan sekolah. Mulai dari TK hingga SMA. Tiap anak mendapat bantuan senilai Rp 200.000 per bulan sebanyak 50 anak, dan sekarang sudah masuk bulan ke delapan

Selain itu program pemenuhan kebutuhan untuk anak yatim piatu korban covid 19, Bantuan diberikan sesuai hasil pendataan dan assessmen yang telah dilakukan oleh relawan sebelumnya. Total anak yang telah terdata dan assessmen berjumlah 1.300 an anak. Kebutuhan yg dipenuhi beraneka ragam, mulai kacamata minus, kebutuhan bayi, peralatan sekolah, hingga pengobatan ke rumah sakit

Berita Terakhir

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top