LAZISMU DIY Dorong Revitalisasi Komoditas Jeruk Bali dan Desa Tangguh Bencana di Pantee Lhong

LAZISMU DIY Dorong Revitalisasi Komoditas Jeruk Bali dan Desa Tangguh Bencana di Pantee Lhong

BIREUEN, ACEH — Pemulihan pasca bencana di Gampong Pantee Lhong, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, Aceh, mulai diarahkan pada penguatan kehidupan masyarakat dalam jangka panjang. Tidak hanya membangun kembali apa yang terdampak, upaya pemulihan juga menyentuh potensi ekonomi warga sekaligus kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana.

Hal tersebut menjadi bagian dari program rehabilitasi dan rekonstruksi yang dilaksanakan LAZISMU DIY bersama MDMC DIY di Gampong Pantee Lhong. Program tersebut mencakup revitalisasi komoditas jeruk bali serta penguatan Desa Tangguh Bencana melalui rangkaian pendampingan, diskusi, dan praktik bersama masyarakat.

Rangkaian program tersebut kemudian ditandai dengan Tasyakuran dan Serah Terima Sarana Fisik Program Rehabilitasi dan Rekonstruksi yang dilaksanakan pada Sabtu, (19/09/26). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menyampaikan hasil pendampingan sekaligus menyerahkan sejumlah sarana pendukung kepada masyarakat Gampong Pantee Lhong.

LAZISMU DIY Dorong Revitalisasi Komoditas Jeruk Bali dan Desa Tangguh Bencana di Pantee Lhong

Koordinator Program Rehabilitasi dan Rekonstruksi MDMC DIY, Risky Ramadhan, mengatakan program revitalisasi komoditas jeruk bali telah berjalan selama kurang lebih tiga bulan. Pendampingan dilakukan secara bertahap melalui pertemuan dan praktik bersama masyarakat, khususnya untuk mendorong pengelolaan komoditas jeruk bali secara lebih terarah.

“Kurang lebih tiga bulan kami telah melaksanakan beberapa pertemuan yang sifatnya diskusi maupun praktik bersama dengan masyarakat,” ujar Risky.

Dalam pelaksanaannya, sebanyak 540 bibit jeruk bali telah didistribusikan kepada rumah-rumah warga dan lahan wakaf yang berada di Gampong Pantee Lhong. Selain itu, sebanyak 80 bibit jeruk bali turut disiapkan untuk diserahkan kepada pemerintah gampong.

Pengelolaan tanaman juga diarahkan agar tidak berhenti pada pembagian bibit. Salah satunya melalui KOSYAPEK yang diharapkan dapat menjadi wadah pengelolaan sekaligus sarana pemantauan perkembangan tanaman jeruk bali di masyarakat.

Pendampingan juga dilengkapi dengan praktik pertanian dan dukungan sejumlah peralatan, seperti alat semprot otomatis, alat gali, alat potong, dan peralatan pertanian lainnya. Peralatan tersebut menjadi bagian dari dukungan agar masyarakat dapat mengembangkan komoditas jeruk bali secara lebih optimal.

“Tidak hanya pertemuan saja, tetapi diskusi dan praktik telah kita laksanakan bersama dari tim pelaksana dan juga masyarakat,” kata Risky.

Selain penguatan ekonomi, program rehabilitasi dan rekonstruksi juga diarahkan untuk meningkatkan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana. Melalui program Desa Tangguh Bencana, masyarakat Gampong Pantee Lhong mendapatkan pendampingan melalui pertemuan, diskusi, hingga praktik kebencanaan.

Menurut Risky, program tersebut diarahkan untuk meningkatkan ketangguhan masyarakat sekaligus memperkuat praktik-praktik baik yang selama ini telah dilakukan warga ketika menghadapi musim banjir.

“Tujuan dari program ini yaitu meningkatkan ketangguhan terhadap kebencanaan Gampong Pantee Lhong, termasuk juga memperkuat atau meningkatkan praktik baik yang telah dilakukan oleh masyarakat ketika musim banjir,” ujarnya.

Pendampingan tersebut turut menghasilkan Forum Pengurangan Risiko Bencana yang telah dibentuk secara struktural dan disahkan oleh pemerintah. Program ini juga menghasilkan dokumen kajian risiko bencana, khususnya terkait ancaman banjir dan sejumlah potensi ancaman lainnya di wilayah gampong. Dokumen tersebut selanjutnya diarahkan untuk menjadi bagian dari upaya pengurangan risiko bencana dan ditindaklanjuti bersama pihak terkait.

Selain penguatan kelembagaan dan dokumen kebencanaan, dukungan juga diberikan dalam bentuk sarana dan peralatan ketangguhan bencana. Peralatan tersebut disiapkan untuk mendukung masyarakat dalam melakukan upaya pengurangan risiko bencana di tingkat gampong.

LAZISMU DIY Dorong Revitalisasi Komoditas Jeruk Bali dan Desa Tangguh Bencana di Pantee Lhong

Risky berharap berbagai hasil pendampingan tidak berhenti setelah program rehabilitasi dan rekonstruksi selesai. Menurut dia, keberlanjutan menjadi bagian penting agar pengetahuan, kelembagaan, serta praktik yang telah dibangun bersama masyarakat dapat terus dikembangkan.

“Harapannya seharusnya tidak hanya berhenti ketika program ini selesai, tapi dapat berlanjut sehingga ketangguhan itu dapat tercapai,” ujarnya.

LAZISMU DIY Dorong Revitalisasi Komoditas Jeruk Bali dan Desa Tangguh Bencana di Pantee Lhong

Melalui penguatan komoditas jeruk bali dan Desa Tangguh Bencana, proses pemulihan di Gampong Pantee Lhong diarahkan tidak sekadar mengembalikan kondisi masyarakat setelah bencana, tetapi juga membangun kapasitas warga agar lebih siap menghadapi tantangan ke depan.

Berita Terakhir

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top
Sudah Berbuat Baik Hari ini?