Rumah Oksigen Muhammadiyah Layani 53 Warga Terdampak Asap Kalteng

Rumah Oksigen Muhammadiyah Layani 53 Warga Terdampak Asap Kalteng

KALIMANTAN TENGAH — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pulau Kalimantan menyebabkan kualitas udara memburuk dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap. Di tengah kondisi tersebut, Muhammadiyah melalui One Muhammadiyah One Response (OMOR) bersama Lazismu dan elemen persyarikatan lainnya mengaktifkan layanan Rumah Oksigen Muhammadiyah di Kalimantan Tengah.

Hingga 31 Agustus 2026, Rumah Oksigen Muhammadiyah telah memberikan layanan kepada 53 penerima manfaat yang terdampak paparan asap. Layanan tersebut menjadi bagian dari respons kemanusiaan melalui program Indonesia Siaga.

Pos Komando dan Koordinasi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Tengah bersama para relawan juga terus memberikan layanan bagi masyarakat terdampak, mulai dari rumah singgah oksigen, mobil oksigen, layanan kesehatan lapangan, pembagian masker, hingga layanan nutrisi dan edukasi.

Detail Kejadian

Pantauan satelit menunjukkan wilayah Pulau Kalimantan terdampak kebakaran hutan dan lahan. Berdasarkan data yang disampaikan dalam laporan, sebanyak 74.640,61 hektare lahan hangus terbakar.

Paparan asap akibat kebakaran tersebut juga meluas hingga ke negara tetangga. Bertambahnya titik api di sejumlah wilayah Kalimantan membuat kondisi masyarakat yang terpapar asap semakin mengkhawatirkan.

Kementerian Kesehatan melaporkan per 27 Agustus 2026 bahwa kualitas udara di Kepulauan Kalimantan berada dalam kategori tidak sehat dan lebih dari 5 juta warga terdampak.

Berdasarkan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) dari Kementerian Kesehatan, Provinsi Kalimantan Barat bahkan dinyatakan berada dalam situasi berbahaya.

Merespons kondisi tersebut, Pos Komando dan Koordinasi Muhammadiyah Kalimantan Tengah melakukan siaga tanggap darurat bersama Lazismu dan unsur persyarikatan lainnya. Para relawan masih terus memberikan layanan kepada masyarakat yang terdampak karhutla dan asap.

Baca Berita Lainnya disini

Rumah Oksigen Beroperasi Setiap Hari

Ketua Lazismu Kalimantan Tengah, Muhammad Fitriani, mengatakan Pos Komando dan Koordinasi masih melakukan pendataan sekaligus memastikan layanan dalam program Indonesia Siaga terus berjalan.

Selain membantu pemadaman dan pendinginan, Pos Koordinasi juga menyiapkan sejumlah layanan untuk masyarakat dan relawan di lapangan.

“Rumah Oksigen di Kalimantan Tengah, beroperasi mulai pukul 08.00 – 16.00 waktu setempat. Beralamat di Kompleks Perguruan Muhammadiyah, Jalan RTA Milono, KM 1,5, Palangka Raya”, ujarnya.

Relawan Muhammadiyah yang terlibat berasal dari unsur pimpinan ‘Aisyiyah dan organisasi otonom (ortom). Fitriani merinci, terdapat 10 relawan pemadam, 60 relawan medis, 30 relawan logistik, dan 15 relawan Poskor.

Menurut laporan layanan Rumah Singgah Oksigen Muhammadiyah, hingga 30 Agustus 2026 tercatat 7 orang mengalami gangguan pernapasan telah mendapatkan layanan.

Sementara itu, hingga 31 Agustus 2026, jumlah penerima manfaat Rumah Oksigen Muhammadiyah telah mencapai 53 orang.

Dampak dan Kebutuhan Mendesak

Lazismu Kalimantan Tengah melalui program Indonesia Siaga terus mendukung respons terhadap bencana kebakaran hutan dan lahan. Penggalangan dana kemanusiaan juga terus dilakukan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat yang terdampak.

Sejumlah kebutuhan mendesak masih diperlukan untuk mendukung layanan di lapangan. Kebutuhan tersebut meliputi tabung oksigen, masker N95, obat-obatan dan vitamin, alat pelindung diri bagi relawan, nutrisi untuk relawan yang bertugas, serta alat pemadam api.

Kebutuhan tersebut diperlukan untuk menunjang pelayanan kesehatan dan operasional para relawan selama respons terhadap kebakaran hutan dan lahan berlangsung.

Pernyataan dan Respons Muhammadiyah

Ketua LRB/MDMC Kalimantan Tengah, Heru Setiawan, menjelaskan bahwa Pos Koordinasi merupakan bagian dari gerakan respons bencana Muhammadiyah terhadap kebakaran hutan dan lahan dengan sistem koordinasi yang telah dijalankan.

“Kami berupaya menghadirkan layanan yang dapat langsung dirasakan masyarakat maupun para relawan yang berada di lapangan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Poskor, Inayati Muharini, mengatakan Poskor Muhammadiyah telah diaktifkan sejak sepekan sebelumnya. Posko tersebut direncanakan beroperasi hingga Senin, 21 September 2026.

Masa operasional Poskor akan disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan dan mengikuti status tanggap darurat yang ditetapkan pemerintah.

Dengan tetap berjalannya layanan Rumah Oksigen Muhammadiyah, layanan kesehatan lapangan, distribusi masker, pemenuhan kebutuhan logistik, serta edukasi, Muhammadiyah bersama Lazismu terus menjalankan respons kemanusiaan bagi masyarakat dan relawan yang terdampak kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah.

Dukung Respons Karhutla Melalui Donasi

Masyarakat yang ingin ikut mendukung respons kemanusiaan dan penanganan bencana dapat berpartisipasi melalui donasi di Jalankebaikan.id.

Sumber : Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat

Berita Terakhir

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top
Sudah Berbuat Baik Hari ini?