YOGYAKARTA — LAZISMU DIY mengalokasikan anggaran Rp1,49 miliar melalui kolaborasi kantor wilayah, kantor daerah, dan kantor layanan sebagai bentuk apresiasi dan penguatan peran guru dalam memajukan pendidikan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah.
Guru merupakan ujung tombak dalam membangun kualitas generasi bangsa. Di balik perannya dalam mencerdaskan kehidupan masyarakat, masih banyak guru Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah yang menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan ekonomi. Berangkat dari semangat tersebut, LAZISMU Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali meluncurkan Program Peduli Guru 2026 sebagai bentuk apresiasi sekaligus ikhtiar meningkatkan kesejahteraan para pendidik.
Program tersebut dilaksanakan pada Kamis (9/7/26) di Auditorium Kampus 1 Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Yogyakarta. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY Dr. M. Ikhwan Ahada, M.A., Wakil Ketua Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) DIY Siti Zulaikha, Ketua Badan Pengurus LAZISMU DIY Jefree Fahana, M.Kom., beserta ratusan guru Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah penerima manfaat.
Program Peduli Guru merupakan program pendayagunaan dana zakat fitrah yang memberikan dukungan ekonomi kepada guru Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah selama satu tahun. Tidak hanya berupa bantuan finansial, program ini juga dilengkapi dengan pembinaan berkala sebagai upaya memperkuat kapasitas dan kesejahteraan para pendidik.
Pada tahun 2026, sebanyak 215 guru menerima manfaat program ini, yang terdiri atas 175 guru TK/KB ‘Aisyiyah dan 40 guru SMA/MA/SMK sederajat Muhammadiyah. Bantuan disalurkan setiap tiga bulan sekali mulai Juli 2026 hingga Ramadan 1448 Hijriah melalui mekanisme virtual account, transfer bank, maupun penyaluran tunai.
Setiap guru SMA/MA/SMK sederajat memperoleh bantuan sebesar Rp250.000 per bulan atau setara Rp750.000 setiap kali penyaluran. Sementara itu, guru TK/KB menerima bantuan sebesar Rp150.000 per bulan atau Rp450.000 setiap kali penyaluran.

Ketua Badan Pengurus LAZISMU DIY, Jefree Fahana, mengatakan bahwa Program Peduli Guru merupakan bentuk penghargaan kepada para guru yang selama ini mengabdikan diri untuk memajukan pendidikan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah.
“Guru adalah pemilik kemajuan bangsa. Karena itu, LAZISMU ingin terus membersamai para guru dalam meringankan beban ekonomi sekaligus mendukung berbagai program pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan guru Muhammadiyah,” ujarnya.
Program Peduli Guru 2026 dilaksanakan secara kolaboratif antara LAZISMU DIY bersama kantor daerah dan kantor layanan LAZISMU se-DIY. Anggaran yang disiapkan oleh LAZISMU DIY di tingkat wilayah mencapai Rp435 juta. Sementara itu, apabila digabungkan dengan kontribusi seluruh kantor daerah dan kantor layanan, total anggaran Program Peduli Guru tahun 2026 mencapai Rp1.492.800.000.
Menurut Jefree, besarnya anggaran tersebut merupakan bentuk komitmen LAZISMU dalam menghadirkan manfaat zakat bagi dunia pendidikan. Meski demikian, ia menilai nilai tersebut masih belum sebanding dengan dedikasi para guru yang setiap hari mendidik generasi penerus bangsa.
Ia juga menyampaikan bahwa hasil audit tahun buku 2025 menunjukkan penghimpunan dana LAZISMU DIY mencapai Rp77 miliar, meningkat sekitar 70 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut menjadi modal penting untuk memperluas program-program pemberdayaan, termasuk Program Peduli Guru.

Ke depan, LAZISMU DIY tidak hanya ingin memberikan bantuan konsumtif, tetapi juga mendorong lahirnya kemandirian ekonomi sekolah Muhammadiyah melalui pengembangan unit-unit usaha produktif. Bersama LP UMKM Muhammadiyah, sekolah akan didampingi mengembangkan berbagai potensi usaha seperti penyediaan seragam sekolah, kantin, usaha kuliner, hingga usaha lain yang sesuai dengan potensi masing-masing.
“Harapan kami, sekolah-sekolah Muhammadiyah memiliki kekuatan ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan para guru. Dengan demikian, kesejahteraan guru tidak hanya bergantung pada bantuan, tetapi tumbuh dari kemandirian ekonomi sekolah itu sendiri,” tutur Jefree.
Sementara itu, Wakil Ketua PWA DIY Siti Zulaikha menyampaikan apresiasi kepada para guru PAUD dan TK ‘Aisyiyah yang selama ini mengabdikan diri dengan penuh kesabaran dalam membentuk karakter anak sejak usia dini.
Menurutnya, menjadi guru PAUD bukan sekadar mengajar membaca dan berhitung, tetapi juga menanamkan akhlak, membiasakan ibadah, dan membangun fondasi karakter anak. Karena itu, perhatian terhadap kesejahteraan guru menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas pendidikan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah.
Sementara itu, Ketua PWM DIY Dr. M. Ikhwan Ahada, M.A. mengingatkan bahwa di tengah pesatnya perkembangan teknologi, termasuk Artificial Intelligence (AI), keberadaan guru tetap memiliki posisi yang tidak tergantikan.
Menurutnya, AI mampu menghadirkan informasi secara cepat, namun tidak mampu menggantikan nilai-nilai kemanusiaan yang diwariskan seorang guru kepada muridnya.
“Perubahan akan terus berlangsung semakin cepat. Sebagai muslim, kita memiliki tanggung jawab untuk menanamkan nilai-nilai Islam yang inklusif, terbuka, dan rahmatan lil ‘alamin kepada generasi muda. Semua itu berawal dari ruang-ruang kelas yang diisi oleh Bapak dan Ibu guru,” tegasnya.
Ikhwan menilai tantangan pendidikan ke depan bukan hanya menyiapkan generasi yang cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter, akhlak, dan spiritualitas yang kuat. Karena itu, kesejahteraan guru harus menjadi perhatian bersama agar mereka dapat menjalankan amanah pendidikan dengan lebih optimal.

Program Peduli Guru menjadi salah satu ikhtiar Muhammadiyah melalui LAZISMU dalam menghadirkan manfaat zakat yang lebih luas. Dana yang dititipkan oleh para muzaki tidak hanya disalurkan untuk memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga diarahkan menjadi investasi sosial yang memperkuat kualitas pendidikan dan melahirkan generasi unggul.
Melalui kolaborasi, inovasi, dan semangat pemberdayaan, LAZISMU DIY berharap Program Peduli Guru terus berkembang sebagai gerakan bersama untuk memuliakan guru. Sebab, ketika kesejahteraan guru semakin baik, kualitas pendidikan akan semakin kuat, dan pada akhirnya melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak, serta mampu membawa kemajuan bagi umat, bangsa, dan persyarikatan Muhammadiyah.


