Para Inovator, Enam Pilar dan Pembangunan Berkelanjutan

Para Inovator, Enam Pilar dan Pembangunan Berkelanjutan

Bagaimana mencari inovator yang diharapkan bisa mengakselerasi Lazismu? Ada berbagai kelompok kreatif dalam masyarakat, baik di dalam maupun di luar persyarikatan, baik individual maupun kelompok, yang bisa digandeng menjadi mitra.

Perguruan tinggi adalah salah satu entitas yang sangat memungkinkan untuk digandeng sebagai mitra. Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) memiliki data base yang cukup lengkap dan program-program unggulan pemberdayaan masyarakat yang inovatif yang layak untuk diakselerasi dan didukung pendanaannya oleh Lazismu. Oleh karena itu, berbagai workshop, focus group discussion (FGD), dan dan diskusi lainnya antara Lazismu dengan LPPM dari berbagai kampus, khususnya PTMA, menjadi faktor penting untuk melahirkan inovator-inovator sosial yang akan menjadi bagian dari Gerakan filantropi Lazismu. Misalnya, beberapa kelompok dosen dan mahasiswa telah melakukan penelitian, membuat design pemberdayaan (ketahanan pangan, pemberdayaan ekonomi, inovasi pengajaran di pedesaan) dan melakukan berbagai uji coba program untuk peningkatan kesejahteraan ataupun kualitas hidup masyarakat di sebuah daerah.   Lazismu yang mempromosikan inovasi social dapat menggandeng kelompok peneliti/pemberdayaan masyarakat sebagai mitra strategis untuk penguatan inovasi sosial untuk pembangunan berkelanjutan.

Organisasi masyarakat sipil ataupun Lembaga swadaya masyarakat di luar persyarikatan Muhammadiyah yang memiliki visi sejalan dengan Muhammadiyah dan Lazismu, serta memiliki karakteristik Gerakan yang khas adalah mitra strategis lainnya yang data digandeng oleh Lazismu.  Beberapa Lembaga swadaya masyarakat di Indonesia memiliki agenda spesifik dan model gerakan yang juga sangat spesifik, seperti LSM yang memiliki pengalaman panjang secara khusus untuk melakukan pendampingan dan pemberdayaan keluarga para buruh pabrik, pendampingan pekerja migran dan kelompok difable,  sekolah-sekolah di daerah-daerah terpencil, dan petani-petani di daerah kekeringan dan lain-lain. Terdapat juga kelompok-kelompok pemuda dan lembaga swadaya masyarakat yang giuat mengkampanyekan perdamaian, pemeliharaan lingkungan, meningkatkan partisipasi para remaja dalam literasi digital, dan sebagainya.

Korporasi adalah mitra strategis lainnya yang bisanya juga memiliki tujuan sosial selain tujuan bisnis. Sebauh tujuan sosial tidak hanya milik dari lembaga sosial. Saat ini, perusahaan-perusahaan di berbagai sektor sudah memiliki tujuan-tujuan sosial yang sangat mungkin dikolaborasikan  dengan lembaga filantropi. Dalam konteks inilah Lembaga filantropi melalui program-program dan tawaran-tawaran solusi inovatifnya  harus mampu meyakinkan pihak korporasi untuk dapat bermitra.

Dalam konteks inilah, Lazismu ke depan harus mampu menjadi jangkar dan jembatan untuk mendorong akselerasi pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan melalui inovasi sosial melalui kemitraan dengan orang/kelompok dalam mencari solusi-solusi baru terhadap masalah yang dihadapi oleh masyarakat. Langkah seperti bukan saja akan menjawab keterbatasan sumberdaya manusia Lazismu dalam mencapai enam pilar (pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial-dakwah, kemanusiaan dan lingkungan), tetapi juga memperluas pengaruhnya dalam masyarakat yang lebih luas.   Untuk itu, Lazismu dapat secara spesifik mendorong semakin banyaknya inovator-inovator di berbagai bidang. Secara kelembaagan inovasi Lazismu dapat diarahkan untuk mengakselerasi inovasi sebagai berikut: inovasi fundraising, inovasi teknologi digital, inovasi penguatan sumber daya, inovasi program & kegiatan, inovasi strategi perubahan sosial, inovasi penyelesaian masalahm dan inovasi kemitraan serta rumusan-rumusan indikatornya. Selain itu, terkait dengan tujuan pembangunan berkelanjutan, Lazismu disetiap provinsi dapat mengakselerasi pembentukan innovator dari berbagai kalangan, seperti  inovator di kalangan guru & pelajar, inovator di kalangan pegiat sosial muda, inovator di kalangan aktivis tenaga Kesehatan, inovator di sektor pemberdayaan ekonomi, inovator di sektor dakwah dan inovator  di kalangan pengiat lingkungan &  kemanusiaan.

Scroll to Top