Telah datang kepada kalian Ramadan, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan atas kalian berpuasa padanya. Pintu-pintu surga dibuka padanya.

Menyambut Kehadiran Bulan Ramadan

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, “Telah datang kepada kalian Ramadan, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan atas kalian berpuasa padanya. Pintu-pintu surga dibuka padanya. Pintu-pintu Jahim (neraka) ditutup. Setan-setan dibelenggu. Di dalamnya terdapat sebuah malam yang lebih baik dibandingkan 1000 bulan. Siapa yang dihalangi dari kebaikannya, maka sungguh ia terhalangi.” (Hadis shahih, dan diriwayatkan oleh An –Nasa’i)

Makna Kehadiran Ramadan

Hadis ini memberikan gambaran ekspresi Rasulullah SAW dalam menyambut kehadiran bulan suci Ramadan. 

Kalimat “Telah datang kepada kalian Ramadhan, bulan yang diberkahi” dapat dipahami bahwa ramadan menghampiri ruang keimanan atau spiritualitas manusia. Ada manusia yang memiliki ruang keimanan yang luas sehingga gembira menyambut kehadiran Ramadan. Namun, ada pula yang ruang keimanannya sempit sehingga Ramadan disetarakan dengan bulan-bulan lainnya tanpa adanya respon kegembiraan.

Makna ini dipahami dari kata “ataakum“ yang menunjukkan bukan fisik manusia yang didatangi Ramadhan tetapi keimanannya. 

Oleh karena itu, Allah SWT memanggil ruang keimanan manusia ketika mewajibkan ibadah puasa sebagaimana dalam surah Al-Baqarah: 183,

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” 

Scroll to Top