P1340025

Keterpurukan Sampai Mati Suri, Hingga Bangkit dari Kesulitan

Semenjak mewabahnya pandemi Covid 19 selama dua tahun, banyak pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) kesulitan menghadapi bisnisnya yang melambat, bahkan tidak mampu bertahan hingga mati suri. Ketidaksanggupan para pelaku usaha itu memilih untuk mencari pendapatan lain guna menghidupi kebutuhan dapur keluarga

Zaini Mustofa, pemilik usaha Zaura Ice Cream beralamat di Monggol, Saptosari, Gunungkidul, merupakan salah satu pelaku UMKM yang mengembangkan usaha di bidang ice cream pernah mengalami mati suri akibat aanya pandemi covid yang mewabah. Akibatnya, ia harus menjadi pekerja serabutan tani untuk menghidupi empat orang anak dan satu istri

Usaha yang sudah dirintis sejak tahun 2017 harus mengalami kegagalan yang sebelumnya pernah berjaya mendapatkan panggilan pesanan dari acara hajatan hingga acara ulang tahun, namun panggilan itu tidak kunjung datang lagi hingga akhirnya mati total selama kurang lebih dua tahun

Lain cerita dengan bapak Undriyono, beralamat di Trimurti, Srandakan, Bantul mengalami kesulitan berkembang, bahkan sempat pindah tempat karena untuk mencari tempat usaha membutuhkan tempat layak.

Berprofesi sebagai cleaning servis di salah satu universitas swasta di Yogyakarta, usaha jajanan pasar dibantu oleh istri di depan rumahnya. Berbagai inovasi produk jualan terkendala alat penyimpanan makanan, sehingga inovasi makanan tersebut mengalami kesulitan dan kerepotan

Pada akhirnya, melalui program Pemberdayaan UMKM, Lazismu DIY memberikan bantuan modal usaha dan alat usaha kepada mereka yang mengalami kesulitan. Bantuan tersebut untuk pelaku usaha dalam golongan fakir dan miskin

Bapak Zaini Mustofa, pemilik usaha ice cream mengaku sangat terbantu selama mendapatkan bantuan, akhirnya usaha yang sempat mati suri bisa bangkit lagi dan berjalan. Sampai saat ini pendapatan sekitar 100-150 ribu dalam sehari, dan yang lebih ditunggu ketika memasuki bulan syawal karena selalu ada panggilan untuk memenuhi ice cream diacara tersebut. Ia menyampaikan harapan dari bantuan ini kedepan bisa berkembang dan bisa berzakat

“Syukur alhamdulillah, sudah ada kebangkitan dari semenjak pandemi belum berjalan dan akhirnya bisa berjalan. Semoga dan berusaha di tahun 2023 insyaallah bisa berzakat” ujarnya

Lain bentuk, Lazismu DIY memberikan alat usaha kepada bapak Undriyono berupa alat freezer. Alat tersebut untuk menambah usaha seperti, sempol, sosis, tempura, hingga cilok. Semenjak adanya alat usaha tersebut memiliki perkembangan dengan penjualan mencapai 150 – 200 ribu dalam sehari

Scroll to Top