Search
qurban bpkh lazismu ramah lingkungan

Di LAZISMU DIY, Sedekah Qurban BPKH RI, mengusung konsep Ramah Lingkungan

Yogyakarta-LAZISMU Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (LAZISMU DIY) kembali di percaya untuk mendistribusikan Program Sedekah Qurban 1444 H Badan Pengelola Keuangan Haji Republik Indonesia (BPKH RI) tahun ini. PROGRAM SEDEKAH QURBAN 1444 H adalah program BPKH dalam rangka menebar berkah pada bulan Dzulhijjah dan menyambut bulan Haji melalui penyebaran berkah qurban kepada Umat Islam di seluruh Indonesia.

Secara Nasional LAZISMU diamanahkan untuk mendistribusikan hewan qurban sebanyak 120 ekor sapi dan 120 kambing di 25 provinsi di Indonesia diantaranya Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Jambi, Bengkulu, Banka Belitung, Lampung, DKI, JABAR, JATENG, DIY, JATIM, Bali, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Maluku Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya dan Papua Selatan.

Di DIY, LAZISMU akan mengusung konsep Sedekah Qurban BPKH RI dengan tema Ramah Lingkungan. Konsep ini di usung seusai dengan Program LAZISMU di Pilar Lingkungan, dalam rangka mengurangi sampah plastik yang di gunakan untuk mebungkus daging qurban.

Jefree Fahana ST., M.Kom Ketua Badan Pengurus LAZISMU DIY Menjelaskan, Qurban merupakah ibadah yang pahalanya sangat luar biasa. Untuk itu kesempurnaan kurban sebaiknya dilengkapi dengan pengelolaan daging kurban yang baik. Pengemasan daging yang baik sebisa mungkin harus juga ramah lingkungan menghindari bahan yang susah diurai.

Jefree menambahkan, krisis lingkungan saat ini khususnya isu sampah menjadikan LAZISMU berpikir untuk pelaksanaan kurban kali ini harus berbasis ramah lingkungan. Penggunaan plastik sebisa mungkin dihindari diganti dengan bahan yang ramah lingkungan seperti daun jati, daun pisang, besek bambu, dan bahan lingkungan lainnya

Sementara itu, Marzuki SE, Manager Regional LAZISMU DIY mengatakan, sedekah Qurban BPKH di DIY mendapatkan jatah 15 Sapi yang akan di distribusikan ke kawasan atau titik yang membutuhkan, tidak hanya karena faktor kekurangan hewan Qurban, tapi juga faktor wilayah miskin, wilayah penguatan akidah, dan wilayah pelosok di kawasan DIY.

Scroll to Top