YOGYAKARTA — Momentum pengukuhan Pimpinan Pusat Keluarga Alumni Universitas Ahmad Dahlan (PP KAMADA) periode 2026–2030 tidak hanya menjadi penanda dimulainya kepengurusan baru, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dan kontribusi alumni bagi masyarakat. Salah satunya diwujudkan melalui kerja sama bersama LAZISMU Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam gerakan kemanusiaan untuk membantu penyintas bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).

PP KAMADA periode 2026–2030 dikukuhkan pada Sabtu (29/8/26) di Amphitarium Lantai 9 Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Yogyakarta. Pengukuhan tersebut menjadi bagian dari langkah awal kepengurusan baru dalam memperkuat sinergi dan kolaborasi alumni untuk memberikan kontribusi yang lebih luas bagi masyarakat.
Dalam momentum tersebut, KAMADA menggandeng LAZISMU DIY melalui gerakan “NTT Bangkit Bersama”. Kolaborasi ini mengajak keluarga besar alumni UAD, para donatur, dan masyarakat luas untuk bersama-sama memberikan dukungan kepada saudara-saudara di NTT yang terdampak bencana.
Melalui Infaq Kemanusiaan, masyarakat dapat menyalurkan dukungan sesuai dengan kemampuan masing-masing. KAMADA turut menggerakkan jejaring alumni, sementara LAZISMU DIY berperan dalam pengelolaan dan penyaluran dukungan kemanusiaan sesuai dengan kebutuhan dan asesmen di lapangan.

Ketua Umum PP KAMADA periode 2026–2030, Dr. Patisina, S.T., S.H., M.Eng., M.H., menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang terjalin bersama LAZISMU DIY. Ia berharap kolaborasi tersebut tidak berhenti pada gerakan kemanusiaan untuk NTT, tetapi dapat terus dikembangkan untuk membantu masyarakat yang terdampak berbagai persoalan di wilayah Indonesia lainnya.
“Terima kasih kepada LAZISMU yang sudah mau bekerja sama dengan PP KAMADA periode 2026–2030. Mudah-mudahan kerja sama ini tidak berhenti sampai di sini. Bukan hanya untuk NTT, tetapi juga bagi teman-teman kita yang terdampak di berbagai wilayah Indonesia. Kami berharap ke depan kolaborasi ini dapat terus terjalin dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi bangsa dan masyarakat Indonesia,” ungkapnya.
Senada dengan hal tersebut, Manager LAZISMU DIY, Marzuki, menyampaikan bahwa kolaborasi kemanusiaan merupakan bentuk ikhtiar bersama untuk menghadirkan kepedulian secara nyata. Menurutnya, ketika berbagai pihak menyatukan kekuatan dan jejaring yang dimiliki, semakin besar pula peluang untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Kemanusiaan adalah tanggung jawab kita bersama. Ketika ada saudara kita yang sedang mengalami musibah, tentu kita ingin hadir dan membantu sesuai dengan kemampuan yang kita miliki. Kolaborasi bersama KAMADA ini menjadi salah satu ikhtiar untuk mengajak lebih banyak orang bergerak bersama membantu saudara-saudara kita di NTT,” ungkapnya.

Dukungan yang dihimpun melalui gerakan NTT Bangkit Bersama akan disalurkan berdasarkan kebutuhan dan asesmen di lapangan. Bantuan tersebut dapat mencakup kebutuhan dasar dan logistik, air bersih dan sanitasi, perlengkapan keluarga, kebutuhan anak, hingga dukungan pemulihan bagi masyarakat terdampak.
Bagi LAZISMU DIY dan KAMADA, kolaborasi ini bukan sekadar tentang menghimpun bantuan, tetapi tentang menyatukan kepedulian agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas. Semangat “Tidak harus besar. Sedikit dari kita, berarti besar bagi mereka” menjadi ajakan kepada masyarakat untuk mengambil bagian sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Kolaborasi ini juga menjadi langkah awal untuk membangun sinergi yang lebih panjang antara KAMADA dan LAZISMU DIY. Semangat tersebut sejalan dengan harapan Ketua KAMADA agar kerja sama yang terjalin dapat terus dikembangkan, tidak hanya untuk membantu penyintas bencana di NTT, tetapi juga masyarakat yang membutuhkan di berbagai wilayah Indonesia.
Melalui NTT Bangkit Bersama, LAZISMU DIY dan KAMADA mengajak masyarakat untuk mengubah rasa prihatin menjadi aksi nyata. Sebab, di tengah bencana, bantuan sekecil apa pun dapat berarti ketika diberikan dengan kepedulian dan dilakukan bersama.


