Yogyakarta- Badan Pengelolaan Keuangan Haji (BPKH) Republik Indonesia (RI) melalui mitra maslahat Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Muhammadiyah (LAZISMU) DIY terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan inklusif, terutama bagi penyandang disabilitas.
Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Bersama (LAZISMU) DIY, Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Muhammadiyah DIY menyelenggarakan Training of Trainer (ToT) bagi calon fasilitator atau pendamping Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Inklusi Ibnu Ummi Maktum. Kegiatan ini berlangsung pada Senin, (24/02) di Ruang Rapat 02 PWM DIY.
Pelatihan ini diikuti oleh 15 peserta yang terdiri dari pengajar tunarungu, relawan, serta guru Sekolah Luar Biasa (SLB) dari berbagai kabupaten di Yogyakarta. ToT bertujuan membekali peserta dengan keterampilan dan metode pengajaran inklusif agar santri tunarungu dapat belajar membaca Al-Qur’an secara efektif dan mandiri.
Kegiatan ToT akan diselenggarakan dalam 4 hari yaitu hari Senin sampai selasa, 24-25 Februari 2025 untuk ToT Pendamping Tuli dan hari Rabu smapai Kamis, 26-27 Februari 2025 ToT untuk pendamping Netra,

Dalam pelatihan ini, para peserta mendapatkan bimbingan dari narasumber berpengalaman, seperti Elfiandi Naim atau yang akrab disapa Pak Naim, serta co-trainer Agil Leksana dan Nurlintang Pratiwi. Kemal Pasha, yang juga merupakan salah satu penerima Beasiswa Sang Surya Batch #3 dari LAZISMU DIY, turut hadir sebagai juru bahasa isyarat untuk memastikan komunikasi yang lancar sepanjang sesi pelatihan.
Materi yang disampaikan dalam ToT ini mencakup pengenalan huruf hijaiyah dan metode pembelajaran Al-Qur’an yang dirancang khusus untuk santri tunarungu. Peserta diperkenalkan dengan dua metode utama, yaitu Metode Kitabah dan Metode Tilawah. Metode Kitabah mengajarkan cara mengisyaratkan setiap huruf, harakat, dan tanda baca secara visual, sementara Metode Tilawah membantu santri tunarungu mengikuti bacaan Al-Qur’an melalui gerakan isyarat yang sesuai dengan lafalan orang dengar.

Selain itu, peserta juga mendapatkan pemahaman mendalam mengenai harakat dan tanda baca dalam bahasa isyarat, termasuk fathah, kasrah, dhammah, serta hukum tajwid seperti izhar, ikhfa, iqlab, dan idgham. Pelatihan ini tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga mencakup praktik langsung membaca Iqro’ menggunakan bahasa isyarat secara berkelompok.
ToT ini merupakan bagian dari rangkaian program Gebyar Difabel Ramadhan 1446 H yang mengusung tema “Ramadhan untuk Semua, Menghapus Batasan, Membangun Kekuatan.” Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya inklusi dan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas dalam pendidikan keagamaan.

Dengan terselenggaranya pelatihan ini, LAZISMU DIY berharap semakin banyak fasilitator yang kompeten dalam mendampingi santri tunarungu sehingga mereka dapat memperoleh hak yang sama dalam belajar dan memahami Al-Qur’an, terutama di bulan suci Ramadhan. Dukungan LAZISMU DIY dalam program ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan inklusif adalah bagian dari upaya bersama untuk menciptakan masyarakat yang lebih adil dan setara.
Tidak lupa, LAZISMU DIY juga mengucapkan terimkasih kepada BPKH RI telah menajdikan LAZISMU DIY sebagai Mitra Kemaslahatanya.


