18

Kemuliaan dan Keutamaan Bulan Sya’ban

Bulan Sya’ban – Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam mengatakan, “Rajab adalah bulannya Allah, Sya`ban adalah bulanku, dan Ramadhan adalah bulan umatku”. Abu Bakar Al-Balkhi menyatakan: “Bulan Rajab adalah saat penanaman, Bulan Sya’ban adalah ketika penyiraman tanaman, dan Ramadhan adalah masa panen”. Bulan Rajab dianggap sebagai periode pembersihan badan, Sya’ban sebagai pembersihan hati, dan Ramadhan sebagai pembersihan jiwa.

Syekh Yahya bin Mu’adz, seperti yang terdapat dalam Duratun Nashihin, memberikan makna pada bulan Sya’ban berdasarkan huruf penyusun katanya. Kata “Sya’ban” (شعبان) terdiri dari lima huruf: ش (syin) melambangkan asy-syafa’ah wasy syarafah (pertolongan dan kemuliaan), ع (‘ain) melambangkan al-‘izzah wal karamah (kemuliaan dan kehormatan), ب(ba’) melambangkan al-birr (kebajikan), (alif) melambangkan al-ulfah (cinta kasih), dan (nun) melambangkan annur (cahaya atau pencerahan). Sya’ban bisa diartikan sebagai jalur yang baik dalam kehidupan.

Peristiwa Penting di Bulan Sya’ban

Selama bulan Sya’ban, terjadi dua peristiwa penting yang diperhatikan oleh para ulama. Pertama, peralihan kiblat dari Masjidil Aqsha ke Masjidil Haram terjadi pada bulan Sya’ban. Imam Al-Qurthubi, menafsirkan surat AlBaqarah ayat 144 dalam Al-Jami’ li Ahkamil Qur’an dengan mengutip pendapat Abu Hatim al-Basti, menyatakan bahwa Allah memerintahkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam untuk mengalihkan kiblat pada malam Selasa bulan Sya’ban yang bertepatan dengan malam Nisfu Sya’ban.

Kemuliaan dan Keutamaan Bulan Sya'ban
Ramadhan

Kedua, penyerahan catatan amal dilakukan pada bulan ini, di mana semua amal manusia diserahkan kepada Allah subhanahu wata’ala. Momen ini dikenal sebagai Nisfu Sya’ban dan disebut salah satu hari raya para malaikat. Imam al-Ghazali menjelaskan bahwa semua dosa selama setahun dihapus di malam tersebut. Nisfu Sya’ban juga disebut sebagai laylah al-Syafa’ah (malam syafaat) seperti yang diriwayatkan dalam sebuah hadis bahwa Rasulallah shallallahu ‘alaihi wasallam memohon syafaat untuk umatnya kepada Allah pada malam ke-13, 14, dan 15 bulan Sya’ban.

Latih Sedekah di Bulan Sya’ban lewat Sedekah Online Lazismu DIY

Imam Ahmad meriwayatkan, Rasulullah SAW bersabda: “Allah mengampuni dosa hamba-hambanya pada malam Nisfu Sya’ban kecuali dosa orang musyrik dan orang yang bermusuhan”. Bulan Sya’ban juga dikenal sebagai laylah al-ithq (malam pembebasan) sebagaimana yang diriwayatkan Ibn Ishaq dari Anas ibn Malik, dari Aisyah. Rasulallah berdoa memohon kepada Allah agar hati dibersihkan dari perbuatan syirik dan kufur.

Ini menjadikan bulan Sya’ban dikenal sebagai bulan puasa sunnah. Berdasarkan riwayat Aisyah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memperbanyak puasa sunah pada bulan ini, bahkan hampir berpuasa sepanjang bulan kecuali satu atau dua hari di akhir bulan untuk tidak mendahului Ramadhan. Oleh karena itu, marilah kita memperbanyak puasa di bulan Sya’ban.

Scroll to Top