Jefree: “Gerakan membuang sampah pada tempatnya sudah tidak efektif”

Melihat fenomena alam dan kondisi alam yang sudah banyak yang rusak saat ini, apalagi kerusakan ini juga cukup banyak karena faktor kebiasaan (habit) serba ingin praktis dalam menggunakan alat dan bahan sekali pakai, seperti plastik, gelas, ataupun yang lainnya.

Sekretaris Lazismu DIY Jefree Fahana, ST., M.Kom menjelaskan bahwa beberapa kajian kerusakan lingkungan yang memprediksikan tahun 2050 jumlah sampah plastik lebih bnyak dibandingkan jumlah ikan dilautan.

Selain jumlah sampah pastik, jefree  menambahkan bahwa tumpukan sampah yang ada di TPA (tempat pembuangan akhir) yang menggunung juga membahayakan warga sekitar.

“Saya melihat kebiasaan masyarakat yang cukup banyak membuang sampah sembarangan dan membakarnya juga.” Tuturnya.

Jefree Mengungkapkan, maka lazismu perlu juga masuk dan berperan menyelamatkan alam ini untuk keberlangsungan yang lebih baik dimasa depan.

“Ini adalah dakwah lazismu juga untuk mengajak masyarakat berbuat baik memelihara alam, apalagi dalam Al quran juga disebutkan mengenai kerusakan alam akibat ulah tangan manusia, seperti Ar Rum ayat 42 juga sangat terang sekali menjelaskannya.” Ungkapnya.

Gerakan nyata lazismu DIY dalam rangka menjaga alam dan mengurangi sampah dimulai saat kegiatan Rapat Kerja wialyah (RAKERWIL) lazismu se-DIY awal tahun ini.

Jefree menjelaskan, bahwa di kegiatan RAKERWIL tersebut mengusung konsep minim sampah dengan cara menggunakan tumbler yang dibagikan ke setiap peserta. Selian tempat minum, untuk snack dan makan juga tidak menggunaan snack kotak atau nasi box, tapi menggunakan nampan.

“Rakerwil merupakan momentum untuk mensosialisasikan kita harus ramah kepada alam, kita harus peduli kepada alam dengan mengindari penggunaan sampah plastik, smpah botol, smpah kertas, dan lainnya. Karena itulah momentum yang baik ini kita suarakan tidak pakai air mineral gelas atau botol plastik tapi kita ganti degan meggunakan tumblr, tidak ada nasi kotak kita ganti dengan prasmanan.” Imbuhnya.

Alhamdulillah acara rakirwil menjadi contoh kegiatan ramah lingkungan minim smpah. Harapan saya, gerakan peduli lingkungn dilazismu juga disuarakan di daerah pada saat iven rakorda maupun iven yang lainnya.

“Mari kita peduli lingkungan, jangan menjadi bagian yg merusak alam ini karena membuang sampah pada tempatnya sudah tidak efektif lagi untuk perbaikan alam, yang pling penting saat ini adalah gerakan minim sampah atau ekstrimnya gerakan tidak menghasilkan sampah.” Pungkasnya.

Berita Terakhir

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top