Yogyakarta – LAZISMU DIY menggelar Kajian Songsong Ramadhan 1446 H di Aula PWM Yogyakarta pada Jumat (15/02). Acara ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman keislaman serta mengaktualisasikan gerakan LAZISMU dalam sinergi kebajikan dan inovasi sosial.
Acara ini dihadiri oleh seluruh kantor layanan LAZISMU se-DIY, baik secara langsung maupun daring melalui Zoom Meeting dan disiarkan secara langsung melalui youtube LAZISMU DIY. Rangkaian kegiatan dimulai dengan registrasi peserta pada pukul 11.00 WIB, dilanjutkan dengan Sholat Jumat dan makan siang. Kemudian, acara resmi dibuka pada pukul 13.30 WIB dengan dipandu oleh MC, Siti Nur Hidayah dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Dina Andriana Rumopa menjadi pembuka sebelum memasuki sesi sambutan.
Ketua LAZISMU DIY, Jefree Fahana, S.T., M.Kom., memberikan sambutan pertama. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kajian ini bukan sekadar refleksi dalam menyambut bulan suci Ramadan, tetapi juga sebagai upaya memperkuat peran LAZISMU dalam dakwah dan pemberdayaan umat.
“Kajian ini bukan sekadar refleksi menyambut bulan suci, tetapi juga sebagai upaya mengokohkan peran LAZISMU dalam dakwah dan pemberdayaan umat,” ungkapnya.
Jefree juga menambahkan harapannya terkait Risalah Islam Berkemajuan (RIB) untuk LAZISMU DIY.
“Harapannya, para pengelola LAZISMU memahami betul RIB dalam konteks kelembagaan. Ketika memasuki Ramadan, sebagai penggiat LAZISMU, kita harus terus berinovasi dalam upaya pencapaian SDGs sehingga ini menjadi PR kita untuk selalu berinovasi,” tambahnya.
Sambutan kedua disampaikan oleh Cahyono, S.Ag., Ketua PWM DIY yang membidangi LPCR dan MPM. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara berbagai elemen Muhammadiyah dalam mendukung program-program keumatan.
“Kita perlu terus membangun inovasi sosial dan menguatkan sinergi agar LAZISMU mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Cahyono.
Ia juga menambahkan bahwa LAZISMU wilayah memiliki inisiatif strategis dalam menyongsong bulan Ramadan dengan penuh kegembiraan dan antusiasme.
“Salah satu bentuk kegembiraan LAZISMU dalam menyambut Ramadan adalah melalui kajian ini yang menghadirkan materi-materi inspiratif dari para pemateri,” tambahnya.

Setelah sesi sambutan, acara dilanjutkan dengan Keynote Speech yang disampaikan oleh Prof. Hilman Latief, Ph.D., dengan tema “Aktualisasi dalam Gerak LAZISMU: Sinergi Kebajikan untuk Inovasi Sosial dan Capaian SDGs.” Prof. Hilman menyampaikan materinya secara daring melalui Zoom Meeting.
Pada sesi ini, kajian berlanjut dengan dua materi utama. Materi pertama berjudul “LAZISMU sebagai Gerakan Ilmu dan Amal” yang disampaikan oleh Hatib Rachmawan, S.Pd., S.Th.I., M.Ag., dengan moderator Muh. Saeful Effendi, M.Pd.I. Diskusi ini menyoroti pentingnya penguatan ilmu dalam setiap gerakan amal yang dilakukan oleh LAZISMU.
Materi kedua bertajuk “LAZISMU sebagai Gerakan Dakwah dan Tajdid” dibawakan oleh Assoc. Prof. H. Wawan Gunawan Abdul Wahid dengan moderator Budi Santoso, M.K.M. Dalam sesi ini, para peserta diajak memahami bagaimana LAZISMU tidak hanya berperan dalam filantropi, tetapi juga dalam pengembangan dakwah dan tajdid dalam masyarakat.
Acara ditutup pada pukul 17.10 WIB, menandai berakhirnya rangkaian kajian yang diharapkan dapat memberikan inspirasi dan wawasan bagi para peserta dalam menyongsong Ramadan dengan semangat kebajikan dan inovasi sosial.


