Rapat pleno pada RAKERWIL LAZISMU DIY Tahun 2025 dilaksanakan sejak pukul 19.30-22.00 yang menghasilkan kebijakan baru sebagai road map arah gerak LAZISMU DIY selama satu tahun ke depan.
Menurut Jefree Fahana, S.T., M.Kom. selaku Ketua Lazismu DIY menyatakan bahwa terdapat beberapa hal penting yang perlu dijadikan garis besar yaitu berkaitan dengan kelembagaan, laporan penghimpunan, laporan pendistribusian, laporan Audit Lazismu dan kebijakan Lazismu DIY 2025.

Secara khusus, jumlah kelembagaan Lazismu di wilayah DIY pada tahun 2024 meningkat menjadi 116 kantor layanan yang masih terus ditingkatkan dalam pelayanan dan pendistribusian.
Akan tetapi sangat disayangkan bahwa hasil jumlah penghimpunan malah menurun di taun 2024. Hal tersebut perlu menjadi perhatian khusus untuk dapat membentuk program dan inovasi baru yang dapat meningkatkan semangat donator dalam berfastabiqul khoirot melalui Lazismu.
Mengusung program kampung berkemajuan, proyeksi Lazismu DIY di tahun 2025 adalah mengekspos dan memberdayakan daerah-daerah yang belum terjangkau oleh khalayak ramai.
Hasil sidang komisi A tentang Keuangan dan Audit Kepatuhan, Kelembagaan dan SDA, Transformasi Digital dan Media menghasilkan beberapa program, diantaranya adalah setiap kantor diharapkan memiliki satu staf ahli keuangan yang dapat menyajikan laporan keuangan dengan lebih baik.

Sidang komisi B tentang Penghimpunan, Kerjasama, Media dan Digital menghasilkan keputusan program agar data muzaki dapat terindikasi dan terecord dengan baik setiap akhir tahun dan upaya penyelenggaraan program atau kegiatan yang dapat diekspos lebih luas agar menjangkau lebih banyak muzaki.
Sidang komisi C berkaitan dengan pendistribusian dan pendayagunaan menghasilkan keputusan berupa pembuatan formulir kelayakan bantuan di bagian Pendidikan. Sedangkan formulir kelayakan bisnis (UMKM, Ternak Mandiri, Tani Bangkit) di bagian ekonomi perlu diberikan parameter pengukurannya. Selain itu, rapat ini juga menghasilkan wacana program baru yaitu forum group discussion (FGD) yang membahas topik utamanya berkaitan dengan sharing penerapan program lintas daerah agar dapat saling mereplika dan menginspirasi antar satu dengan yang lainnya.


