Zakat Peternakan

Zakat Binatang Ternak

Zakat hasil ternak (salah satu jenis zakat maal) meliputi hasil dari peternakan hewan baik besar (sapi, unta) sedang (kambing, domba), dan kecil (unggas). Perhitungan zakat untuk masing-masing tipe hewan ternak, baik nisab maupun kadarnya berbeda-beda dan sifatnya bertingkat. Sedangkan haulnya yakni satu tahun untuk tiap hewan.

Syarat-syarat zakat ternak

  1. Sampai nishab yaitu mencapai jumlah minimal (nishab). Untuk unta 5 ekor, kambing/domba 40 ekor, dst., seperti ditetapkan syara
  2. Telah dimiliki satu tahun. Hal ini merupakan ketetapan ijma’. Menghitung masa satu tahun anak-anak ternak berdasarkan masa satu tahun induknya.
  3. Maksudnya ialah sengaja diurus sepanjang tahun dengan maksud memperoleh susu, daging serta hasil perkembang-biakannya. Hadits Nabi SAW:

Dari Bahz bin Hakim dari bapaknya, dari kakeknya berkata: “Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: Setiap unta yang digembalakan zakatnya setiap 40 ekor adalah seekor anak unta betina“. (H.R. Ahmad, an Nasai dan Abu Daud)

Hadits Nabi SAW:

“Dan pada kambing yang digembalakan, bila ada 40 ekor, zakatnya seekor kambing” (H.R. Bukhari)

  1. Tidak untuk dipekerjakan demi kepentingan pemiliknya, seperti untuk membajak, mengairi tanaman, alat transportasi, dsb. (biasanya hewan besar seperti sapi, kerbau, unta, dan lain-lain).

Hadits Nabi SAW:

“Sapi-sapi yang diperkerjakan tidak ada zakatnya” (H.R. Ath Thabarani)

Hadits Nabi SAW yang artinya:

Unta dan sapi yang dipekerjakan di tanah pertanian dan sapi yang dipekerjakan di ladang tidak ada zakatnya, karena temak tersebut sebagai pekerja-pekerja tanah pertanian dan ladang. (H.R. Abu Ubaid).

Ternak yang wajib dizakati antara lain: Unta, sapi, kerbau, kuda, kecuali kuda tunggangan, dan kambing, domba,biri-biri, serta jenis lainnya.

 

Nisab dan Kadar Zakat

Unta

Nishab unta adalah 5 ekor, artinya bila seorang telah memiliki 5 ekor unta, maka ia telah terkena kewajiban zakat. Selanjutnya zakatnya semakin bertambah, jika jumlah unta yang dimiliki bertambah.

Berdasarkan hadits Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Anas bin Malik, maka dapat dibuat tabel sbb:

Jumlah Kepemilikan Jumlah yang dizakatkan
5-9 1 ekor kambing/domba berumur 2 tahun atau lebih
10-14 2 ekor kambing/domba
15-19 3 ekor kambing/domba
20-24 4 ekor kambing/domba
25-35 1 ekor unta betina umur 1 tahun masuk tahun ke-2.
36-45 1 ekor unta betina umur 2 tahun masuk tahun ke-3
46-60 1 ekor unta betina umur 3 tahun masuk tahun ke-4
61-75 1 ekor unta betina umur 4 masuk tahun ke-5
76-90 2 ekor unta betina umur 2 tahun masuk tahun ke-3
91-120 2 ekor unta betina umur 3 tahun masuk tahun ke-4

Selanjutnya setiap jumlah itu bertambah 40 ekor, zakatnya bertambah 1 ekor bintu labun, dan setiap jumlah itu bertambah 50 ekor. zakatnya bertambah 1 ekor hiqah.

Sapi, kerbau dan Kuda

Nishab kerbau dan kuda disetarakan deng nishab sapi, yakni 30 ekor. Artinya bila seoran telah memiliki 30 ekor sapi (kerbau atau kuda maka ia telah terkena kewajiban zakat.

Berdasarkan hadits Nabi SAW yang diriwayatkan oleh At Tirmidzi dan Abu Dawud dari Muadz bin Jabbal RA, maka dapat dibuat tabel sbb:

Jumlah Kepemilikan Jumlah yang dizakatkan
30-39 1 ekor sapi jantan / betina berumur 1 tahun masuk tahun ke-2
40-59 1 ekor sapi betina berumur 2 tahun masuk tahun ke 3
60-69 2 ekor sapi jantan/betina berumur 1 tahun masuk tahun ke-2
70-79 1 ekor sapi jantan/betina berumur 1 tahun masuk tahun ke-2
80-89 2 ekor musinnah

Selanjutnya setiap jumlah itu bertambah 30 ekor, zakatnya bertambah 1 ekor tabi’, dan setiap jumlah itu bertambah 40 ekor. zakatnya bertambah 1 ekor musinnah.

 

Kambing/domba

Nishab kambing/domba adalah 40 ekor artinya bila seorang telah memiliki 40 ekor kambing/domba, maka ia telah terkena kewajiban zakat

Berdasarkan hadits Nabi SAW, yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dari Anas bin Malik, maka dapat dibuat tabel sbb :

Jumlah Kepemilikan Jumlah yang dizakatkan
40-120 1 ekor kambing (2th) atau domba (1 th)
121-200 2 ekor kambing/domba
201-300 3 ekor kambing/domba

Selanjutnya, setiap jumlah itu bertambah 100 ekor, maka zakatnya bertambah 1 ekor

Ternak Unggas (ayam, bebek, burung, d dan perikanan dll) dan perikanan.

Nishab zakat pada ternak unggas perikanan tidak ditetapkan berdasarkan jam (ekor), seperti halnya unta, sapi dan kambing Tetapi dihitung berdasarkan skala usaha. Nisha zakat ternak unggas dan perikanan adalah seta dengan 20 dinar (1 dinar = 4,25 gram murni) atau sama dengan 85 gram emas. Jadi bila seorang memiliki usaha beternak unge atau perikanan, dan pada akhir tahun (tut buku) mempunyai kekayaan yang berupa mod kerja dan keuntungan lebih besar atau setan dengan 85 gram emas murni, maka berkewajiban mengeluarkan zakat sebesar 2,5% Dengan demikian usaha beternak unggas ata perikanan ini dapat digolongkan ke dalam zakat Perniagaan.

Misalnya:

  1. Mansyur adalah seorang pengusaha peternak ayam broiler yang memelihara 5000 ekor ayam perminggu. Pada akhir tahun 2003 (tutup buku) terdapat laporan keuangan sebagai berikut:
  2. Stok ayam broiler 7000 ekor (dalam berbagai umur), ditaksir seharga Rp. 70.000.000,00
  3. Uang kas/bank setelah pajak Rp. 20.000.000,00
  4. Stok pakan dan obat-obatan Rp. 5.000.000,00
  5. Plutang dapat tertagih) Rp. 10.000.000,00
  • Jumlah                                                                                                 Rp. 105.000.000,00
  1. Utang jatuh tempo                                                                         Rp. 10.000.000.00
  • Saldo                                                                                                   Rp. 95.000.000,00*

Nishab zakat peniagaan setara 85 gram emas murni, jika harga emas pergram @Rp. 100.000,00 maka 85 x Rp. 100.000,00 = = Rp. 85.000.000,00. Jadi dari jumlah saldo yang dimilikinya, H. Mansyur sudah wajib mengeluarkan zakat karena sudah melebihi nishab. Sedangkan besar zakat yang harus dikeluarkan adalah 2,5% x Rp. 95.000.000,00 = Rp. 2.375.000,00

Catatan:

Kandang ayam dan alat-alat peternakan lainnya tidak diperhitungkan sebagai harta yang wajib dizakati, sebab tidak diperjual-belikan.

 

    Belum ada berita terbaru

Belum ada kontributor