Atasi Masalah Psikologis, Relawan Muhammadiyah Berdayakan Penyitas Gempa Bumi Cianjur dengan Berbagi Kegiatan

gempa cianjur

Dalam respon tanggap darurat gempa Cianjur, Muhammadiyah melaksanakan pendampingan psikososial terhadap warga penyintas. Kegiatan itu dilaksanakan oleh para relawan asal MDMC dan berbagai kampus Muhammadiyah.

Mereka diantaranya adalah para relawan dari MDMC Lampung, Universitas Buya Hamka, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Universitas Ahmad Dahlan dan Universitas Muhammadiyah Malang.

Nata Hendriati, koordinator tim psikososial Universitas Muhammadiyah Malang yang bertugas di pos pelayanan (posyan) Muhammadiyah Cariu, Desa Mangunkerta, Kecamatan Cugenang bercerita tentang fakta-fakta yang ditemukannya selama mendampingi para penyintas.

Menurutnya dari hasil asesmen psikologis, warga penyintas kelompok perempuan lebih memiliki kekhawatiran terkait situasi dan kondisi serta masa depan akan seperti apa.

“Berbeda dengan kelompok laki laki yang memang cenderung lebih optimis dan memiliki semangat maupun keberfungsian sosial yang lebih baik jika dibandingkan kelompok perempuan,” katanya.

Dari hasil asesmen ini, dia bersama rekan-rekannya mengajak para ibu penyintas di Cariu untuk mengurangi rasa khawatir dengan mengenal situasi dan kondisi lingkungan serta mulai mengenal emosi apa yang sedang terjadi dalam diri mereka.

Tim psikososial Universitas Muhammadiyah Malang tersebut bertugas selama 1 bulan di Posyan Cariu. Tugas mereka akan berakhir 28 Desember 2022 mendatang.

Related Posts

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top